
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan Kamis (16/4) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (17/4) pukul 07.00 WIB. Fenomena seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor menjadi ancaman utama di sejumlah daerah.
Di Lubuk Linggau, cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (15/4) masih dalam penanganan. Empat kecamatan terdampak, yakni Lubuk Linggau Utara II, Lubuk Linggau Timur I, Lubuk Linggau Timur II, dan Lubuk Linggau Barat I. Tim BPBD setempat telah melakukan asesmen dan koordinasi, dengan satu warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Sementara itu, angin kencang juga melanda Kabupaten Aceh Tenggara pada Rabu sore. Sebanyak 60 kepala keluarga atau 239 jiwa terdampak di tiga desa di Kecamatan Semadam. Kerusakan tercatat cukup signifikan dengan 15 rumah rusak berat, 15 rusak sedang, dan 30 rusak ringan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Di wilayah lain, cuaca ekstrem turut dirasakan warga Kabupaten Dairi. Sebanyak 20 kepala keluarga terdampak angin kencang di tiga desa Kecamatan Lae Parira, dengan dua keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat.
Beralih ke Pulau Jawa, tanah longsor terjadi di Kabupaten Pacitan. Material longsor menutup akses di 10 desa pada dua kecamatan, Nawangan dan Bandar. Sebanyak 33 kepala keluarga terdampak, dan hingga kini warga bersama aparat masih melakukan gotong royong membersihkan material.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara, di mana enam keluarga terancam akibat longsor di tiga kecamatan, yakni Pagedongan, Wanayasa, dan Madukara.
Di Kabupaten Bogor, longsor melanda 10 desa di 10 kecamatan akibat hujan lebat. BPBD melaporkan satu warga mengalami luka ringan, dengan total 10 kepala keluarga terdampak dan 7 keluarga lainnya terancam. Kerusakan rumah tercatat 4 unit rusak sedang dan 6 unit rusak ringan. Hingga Jumat (17/4), proses pembersihan material masih terus dilakukan bersama warga.
Menyikapi kondisi ini, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
BNPB juga meminta seluruh BPBD di tingkat provinsi hingga desa untuk aktif memutakhirkan informasi cuaca dan memperkuat sistem peringatan dini. Pemantauan di wilayah hulu serta daerah rawan longsor dinilai krusial guna mencegah risiko yang lebih besar.
Kesiapsiagaan dan komunikasi yang cepat menjadi kunci utama agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal dan terhindar dari dampak bencana yang lebih parah.








