(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo meminta jajarannya melakukan stabilitas harga kebutuhan pokok sebagai bentuk implementasi program pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Dalam rapat terbatas, Selasa (25/7), Presiden Joko Widodo mendorong perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan melalui kebijakan kenaikan harga kebutuhan pokok harus betul-betul dikalkulasi dengan matang.
Presiden Joko Widodo sampaikan naiknya harga bahan pokok dapat berdampak pada garis kemiskinan akan naik, sehingga biaya hidup penduduk miskin juga akan naik, terangnya dalam rapat terbatas di Kantor Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meminta agar program-program Kementerian, terutama Pertanian, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan juga penyaluran Dana Desa betul-betul bisa menjangkau 40% penduduk lapisan terbawah.
Program Kementerian harus fokus pada peningkatan pendapatan dan daya beli mayoritas rumah tangga miskin yang bekerja di sektor pertanian maupun di sektor informal. Saya ingin program subsidi yang dialokasikan dari Kementerian Pertanian bisa tepat sasaran serta mampu menaikkan nilai tukar petani, tegas Presiden Jokowi.
Pemerintah telah mengalokasikan Dana Desa tahun 2014 lalu sebesar Rp 20 triliun, tahun 2016 sebesar Rp47 triliun, dan tahun 2017 ini sebesar Rp 60 triliun. Ini juga harus berdampak dalam mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu, jelasnya.
Selain itu, Presiden juga meminta agar program-program bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan, kemudian Beras Sejahtera bisa disalurkan kepada sasaran dan tepat waktu, sehingga bisa menurunkan beban hidup masyarakat miskin. Agar tepat sasaran, Presiden Jokowi menegaskan, data harus betul-betul akurat, muktahir, satu dan terpadu. Jangan menggunakan data sendiri sendiri.
Presiden mengingatkan agar jangan bekerja linier, lakukan perubahan baik dalam sistem pendataan, sistem penyaluran, terang Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa salah satu reformasi bantuan sosial yang digulirkan adalah penerapan sistem bantuan pangan non tunai kartu, sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran dan mengurangi kebocoran.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









