(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 5,7%. Berdasarkan perkiraan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Bangar) RI, Rabu kemarin (1/7), bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I sebesar 4,9% masih lebih rendah jika dibandingkan semester I tahun sebelumnya sebesar 5,1%.
Menkeu prediksikan pertumbuhan ekonomi semester II bisa mencapai 5,5% dan jika dirata-ratakan maka target pertumbuhan ekonomi tahun 2015 tidak tercapai. Penyebab dari perlambatan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan didaerah-daerah melambat yang dipengaruhi turunnya harga komoditas dan perlambatan proyek infrastruktur terkait pembebasan lahan.
Perlu peningkatan konsumsi masyarakat seiring peningkatan investasi dan realisasi belanja modal pemerintah yang didorong salah satunya oleh pembangunan infrastruktur. Dalam sidang kabinet paripurna, Kamis (2/7) mengenai serapan anggaran tahun 2015, Presiden mengajak agar semua pihak tidak pesimistis sekalipun kondisi ekonomi saat ini sedang lesu.
Menteri Keuangan mengatakan bahwa pada semester I 2015 realisasi defisit mencapai Rp 76,4 triliun atau 0,66% dari produk domestik bruto (PDB), dimana harga minyak mentah masih dibawah asumsi USD 60 per barel yaitu sebesar USD 56 per barel.
Dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut Presiden Joko Widodo masih belum puas disebabkan lambannya realisasi proyek-proyek pembangunan di Indonesia, dalam sidang kabinet paripurna tersebut presiden Jokowi mendorong agar semua menteri mencari solusi dari hambatan setiap kementerian dan melakukan percepatan untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi khususnya pada semester kedua.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









