PLN Berhasil Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam Menjadi 24 Jam di Seluruh Desa di NTB

0
166
Petugas PLN melakukan penggantian material jaringan listrik untuk keandalan suplai listrik selama 24 jam di Desa Sebotok. Sumbawa. (DOK.PT PLN (Persero))

(Vibizmedia – Nasional) Lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) PT PLN (Persero) berhasil meningkatkan layanan listrik dari 12 jam menjadi 24 jam bagi masyarakat Desa Sebotok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan demikian kini seluruh desa di NTB telah mendapat pasokan listrik PLN selama 24 jam.

Desa Sebotok merupakan wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang terletak di Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Desa ini berbatasan langsung dengan laut Flores.

Sebagai salah satu pulau terluar, Desa Sebotok hanya bisa ditempuh lewat jalur laut menggunakan perahu dengan waktu tempuh selama tiga jam dari Pulau Sumbawa.

Kehadiran listrik 24 jam sungguh menggembirakan bagi warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, pekebun dan nelayan.

Kepala Desa Sebotok, Subawahi menyampaikan, aktivitas masyarakat sangat terbantu berkat meningkatnya layanan listrik PLN. Bahkan dirinya yakin kemajuan di Desa Sebotok akan segera terjadi di berbagai sisi.

Subawahi mengucapkan terima kasih kepada PLN yang merealisasikan listrik 24 jam di Desa Sebotok ini. Harapannya, dengan adanya listrik 24 jam, akan membawa perubahan yang semakin baik untuk Desa Sebotok.

Senada dengan hal di atas, Bupati Kabupaten Sumbawa Mahmud Abdullah yang hadir pada prosesi penyalaan pada Rabu (08/05) juga mengungkapkan kegembiraanya atas penyalaan listrik 24 jam di Desa Sebotok.

Dirinya mengajak segenap masyarakat agar menggunakan kehadiran listrik sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf hidup, meningkatkan penghasilan sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari desa lainnya.

Mahmud Abdullah menyatakan rasa bangga dan terima kasih kepada PLN, karena daerah terakhir di NTB telah dinyalakan, yang sebelumnya menyala 12 jam.

Mahmud Abdullah menyatakan harapannya agar masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan listrik 24 jam ini, mengubah kehidupannya, menambah ekonominya bisa lebih baik dan supaya bisa mengejar ketertinggalan dari desa-desa lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Sahdan, turut senang bahwa di Provinsi NTB sudah tidak ada Desa yang belum mendapat akses listrik 24 jam. Dirinya yakin Desa Sebotok akan menjadi desa yang maju dan sejajar dengan desa lainnya di NTB.

Sahdan menyampaikan bahwa hal ini adalah karunia yang perlu disyukuri. Karena tidak ada lagi listrik 12 jam di NTB. Ia melihat betapa listrik sangat banyak manfaatnya, hal ini akan lebih meningkatkan ekonominya. Dengan listrik ini, Desa Sebotok akan menjadi desa yang maju, sejajar dengan desa lainnya di NTB.

Sahdan juga mengungkapkan bahwa sebelumnya PLN juga telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur listrik di Bajo Pulau.

”Di Bajo Pulau, lebar sekarang senyum masyarakat di sana, begitu pula nantinya dengan Sebotok ini. Mari kita syukuri,” tambah Sahdan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di lain kesempatan menyampaikan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN berkomitmen penuh untuk menghadirkan keadilan akses listrik bagi seluruh masyarakat di Indonesia tanpa terkecuali.

Menurutnya, hal itu merupakan wujud kehadiran negara melalui PMN sebagai pengamalan sila kelima Pancasila.

Darmawan menegaskan, hal ini merupakan bukti bahwa negara hadir dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat di Indonesia tanpa terkecuali di wilayah 3T. PLN tentu saja akan terus meningkatkan pelayanan kami kepada masyarakat sehingga rasio elektrifikasi nasional mencapai 100% dengan lebih cepat.

Darmawan mengutarakan, keberhasilan PLN dalam menghadirkan listrik 100% seluruh desa di NTB tentu saja berkat dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

Kini, sebanyak 508 pelanggan di Desa Sebotok bisa menikmati akses listrik 24 jam.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa serta seluruh masyarakat Desa Sebotok atas dukungannya, sehingga listrik 24 jam ini bisa kita hadirkan bersama.”

“Saya berharap hadirnya listrik ini dapat menjadi katalisator perekonomian, pendidikan, dan sosial masyarakat sehingga bisa lebih mapan dan sejahtera,” sambung Darmawan.

Selain itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo manyampaikan dalam menghadirkan akses listrik 24 jam di desa terakhir ini pihaknya menambah 0,95 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTM), 2 Gardu Distribusi dengan total kapasitas 200 kVa serta menambah petugas teknik.

PLN tidak saja memberikan pelayanan listrik 24 jam secara penuh di seluruh desa di provinsi NTB, tapi juga menghadirkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di Pulau Moyo.

Infrastruktur SPLU ini akan memudahkan akses listrik bagi pemerintah desa maupun masyarakat dalam meningkatkan produktivitasnya.

“Hari ini kami hadirkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di Pulau Moyo, semoga bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Desa Sebotok menjadi jauh lebih berkembang untuk memberikan listrik bagi kebetuhan umum,” tutup Sudjarwo.