Presiden Prabowo Hadiahkan Terobosan Besar bagi Guru di HUT ke-80 RI

0
381
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat peluncuran program peningkatan kualitas pendidikan Indonesia yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan guru serta revitalisasi sarana pendidikan. (Foto: YouTube Kemendikdasmen)

(Vibizmedia – Jakarta) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memberikan “hadiah istimewa” bagi para guru di seluruh Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan kesejahteraan guru dan penguatan infrastruktur sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memajukan sektor pendidikan nasional.

Salah satu fokus utama adalah revitalisasi dan renovasi sekolah. Tahun ini, sebanyak 13.763 sekolah akan direnovasi dengan anggaran sebesar Rp16,9 triliun—peningkatan 32,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Program ini diproyeksikan menyerap lebih dari 422.000 tenaga kerja di berbagai daerah.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” kata Abdul Mu’ti usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Rabu (6/8/2025).

Kemendikdasmen juga memperkenalkan program digitalisasi pendidikan, termasuk penyediaan Interactive Flat Panel (IFP)—layar sentuh interaktif untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih dinamis dan modern.

Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 12.500 guru menerima insentif untuk melanjutkan pendidikan S1 melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi, dengan anggaran Rp37,5 miliar.

Selain itu, 341.248 guru honorer menerima insentif sebesar Rp300.000 per bulan selama tujuh bulan, dengan realisasi dana mencapai sekitar Rp716 miliar (85 persen). Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi 253.407 guru PAUD non-formal.

Mulai Maret 2025, pemerintah mulai menyalurkan tunjangan sertifikasi guru langsung ke rekening guru setiap bulan, menggantikan sistem sebelumnya yang dilakukan per tiga bulan melalui pemerintah daerah. Hingga 5 Agustus 2025, realisasi penyaluran tunjangan ini telah mencapai 97,4 persen.

Untuk peningkatan kompetensi, Kemendikdasmen menggelar pelatihan di berbagai bidang seperti deep learning, coding, kecerdasan buatan, bimbingan konseling, kepemimpinan sekolah, serta pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math).

Program-program tersebut diharapkan dapat mencetak guru-guru tangguh yang mampu menjawab tantangan zaman dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa di era digital.

“Pendidikan akan semakin maju di tangan para guru yang berkualitas dan sejahtera,” tutup Abdul Mu’ti.