538 Wilayah 3T Segera Nikmati 4G, Pemerintah Tuntaskan Lelang Frekuensi

0
45
Menkomdigi Meutya Hafid bersama Sekjen Kemkomdigi Ismail saat menyampaikan hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/7/2026). (Foto: Kemkomdigi)

(Vibizmedia – Jakarta) Sebanyak 538 desa dan kelurahan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) akan segera menikmati layanan telekomunikasi 4G. Hal ini menyusul penetapan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026 oleh pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyediaan layanan ini merupakan bentuk komitmen para pemenang seleksi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini masih minim atau belum memiliki akses internet memadai.

Menurutnya, lelang frekuensi bukan sekadar proses administratif, tetapi harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Dengan hadirnya jaringan di ratusan wilayah 3T tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan penting seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, hingga berbagai peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau akibat keterbatasan konektivitas.

Di sisi lain, tambahan spektrum pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz juga akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional. Dampaknya, layanan internet bergerak akan menjadi lebih cepat, stabil, dan terjangkau. Efisiensi ini juga diharapkan mendorong tarif data yang semakin kompetitif bagi masyarakat.

Tak hanya itu, para pemenang seleksi juga diwajibkan menghadirkan layanan 5G dengan cakupan minimal 51 persen populasi pada tahun kelima. Pemerintah pun menargetkan kecepatan rata-rata mobile broadband meningkat secara bertahap hingga mencapai 100 Mbps pada 2029.

Pemanfaatan pita 700 MHz akan memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah pelosok dan area dalam bangunan, sementara pita 2,6 GHz difokuskan untuk meningkatkan kapasitas jaringan, khususnya dalam mendukung pengembangan 5G.

Meutya menambahkan, pemerataan konektivitas digital ini akan memperkuat berbagai program prioritas nasional, mulai dari Sekolah Rakyat, digitalisasi pembelajaran di lebih dari 1.000 titik, peningkatan layanan publik berbasis digital, hingga pemberdayaan Koperasi Merah Putih dan percepatan digitalisasi UMKM.

Dari sisi keuangan negara, pengelolaan spektrum melalui mekanisme seleksi diperkirakan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal, dengan total potensi mencapai Rp29,9 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun. Seluruh penerimaan tersebut akan digunakan kembali untuk mendukung pembangunan nasional.

Pemerintah juga memastikan proses seleksi berlangsung transparan dan akuntabel, melalui tahapan yang lengkap mulai dari pengumuman, penjelasan (aanwijzing), simulasi, evaluasi administrasi, lelang elektronik (e-auction), hingga masa sanggah, sebelum akhirnya ditetapkan melalui keputusan menteri yang bersifat final.

Berdasarkan keputusan tersebut, pemenang pita frekuensi 700 MHz adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Telekomunikasi Selular, dan PT Indosat Tbk. Sementara untuk pita 2,6 GHz dimenangkan oleh PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.

Usai menyelesaikan lelang frekuensi 1,4 GHz pada akhir 2025, Komdigi kini juga tengah mempersiapkan pemanfaatan pita 900 MHz guna semakin memperluas konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penetapan pemenang seleksi ini diumumkan langsung oleh Meutya Hafid dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (21/7/2026), setelah seluruh tahapan seleksi, termasuk masa sanggah, dinyatakan rampung.