Indonesia-Bulgaria Perkuat Kemitraan Ekonomi, Bidik Peluang Pasar Eropa

0
67
Mendag RI Budi Santoso dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria, Alexander Poulev, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, (14.9.26). (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) Indonesia dan Bulgaria membuka peluang lebih luas untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi melalui peningkatan kerja sama ekonomi. Posisi Bulgaria sebagai negara di kawasan Eropa Tenggara dinilai strategis untuk membantu produk-produk Indonesia menjangkau pasar Uni Eropa.

Peluang tersebut menjadi topik pembahasan dalam pertemuan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Bulgaria, Alexander Poulev, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (14/9).

Pertemuan ini berlangsung di tengah peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria. Kedua negara sepakat menjadikan hubungan yang telah terjalin panjang sebagai fondasi untuk meningkatkan kemitraan ekonomi.

“Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi,” ujar Mendag Budi Santoso.

Mendag Budi juga meminta dukungan Bulgaria terhadap target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada awal 2027. Menurutnya, perjanjian tersebut diharapkan membuka manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara.

Mendag juga mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran ini menjadi kesempatan bagi buyer Bulgaria untuk mengenal produk unggulan Indonesia sekaligus menjajaki peluang bisnis.

Wakil PM Poulev menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai Bulgaria dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan Indonesia menuju pasar Uni Eropa yang berpopulasi sekitar 450 juta jiwa.

Bulgaria juga menawarkan potensi kerja sama di sektor pangan, teknologi satelit, logistik, pertanian, komponen otomotif, serta produk daging yang memenuhi persyaratan halal. Poulev mengusulkan pengaktifan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) Indonesia-Bulgaria pada semester pertama 2027.

Dari sisi perdagangan, hubungan kedua negara masih menyimpan ruang pertumbuhan. Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Bulgaria mencapai USD230,8 juta, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD64,2 juta. Ekspor Indonesia tercatat USD147,4 juta, sedangkan impor mencapai USD83,1 juta.

Komoditas ekspor Indonesia antara lain bijih nikel, aluminium, produk besi dan baja, serta margarin. Sementara itu, impor dari Bulgaria meliputi gandum, peralatan medis, rempah-rempah, dan tembakau.