IHSG Dibuka Menguat ke 8.696,70, Pelaku Pasar Wait and See Terhadap BI-Rate Besok

0
513
IHSG Dibuka Menguat ke 8.696,70, Pelaku Pasar Wait and See Terhadap BI-Rate Besok
IHSG Menguat 0,47% ke 8.718,18, BEI Melobi MSCI Terkait Aturan Free Float

 

(Vibizmedia – Investasi & Uang) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 47,04 poin atau 0,54% ke level 8.696,70 pagi ini, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan pengamatan terdapat 279 saham naik, 235 turun, dan 444 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 1,84 triliun, melibatkan 3,32 miliar saham dalam 226.000 kali transaksi.

Penguatan IHSG ini ditopang sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Teknologi yang menguat 1,16% di pagi ini.
Diikuti, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer, IDX Sektor Energi dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer.

Berikutnya ada IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Perindustrian, dan IDX Sektor Kesehatan.

Sementara itu IDX Sektor Infrastruktur menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,61%. Kemudian ada IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Keuangan dan IDX Sektor Properti dan Real Estate.

Tiga emiten yang mengalami top gainers pagi ini adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 5,48%. Diikuti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik 2,34% dan PT PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 2,22%.

Pelaku pasar masih berada pada posisi wait and see terhadap kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan diumumkan besok Rabu (17/12/2025). Ini merupakan pengumuman suku bunga BI terakhir pada tahun ini. Sejumlah data dari Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Kondisi eksternal yang suram akibat data China menjadi latar belakang yang berat. Yaitu saat Bank Indonesia (BI) memulai hari pertama Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini (Selasa, 16/12).

Gubernur BI dan timnya kini dihadapkan pada dilema kebijakan yang pelik. Di satu sisi, perlambatan tajam ekonomi mitra dagang utama menuntut adanya pelonggaran moneter agar ekonomi domestik tidak ikut terseret arus resesi global.

Namun di sisi lain, BI harus tetap waspada menjaga stabilitas Rupiah di tengah ketidakpastian arus modal. Konsensus pasar memprediksi BI kemungkinan besar akan menahan suku bunga (hold) di pertemuan bulan ini.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting