Presiden: Kerja Sama Ekonomi dengan AS Wajib Menguntungkan Industri Dalam Negeri

0
82
Foto: Setkab

(Vibizmedia – Bogor) Pemerintah terus mengintensifkan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas dan kepastian ekonomi nasional di tengah dinamika global. Dalam rangka itu, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2/2026) sore. Pertemuan ini digelar menjelang kunjungan Presiden ke Amerika Serikat pada 19 Februari mendatang untuk menyelaraskan posisi kebijakan sekaligus mematangkan strategi negosiasi ekonomi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya posisi Indonesia dalam setiap perundingan agar memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan nasional. “Presiden menginginkan setiap kebijakan diambil secara cepat dan mampu menghasilkan keuntungan konkret bagi Indonesia,” ujarnya, dikutip dari akun resmi Sekretariat Kabinet RI.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam negosiasi ekonomi harus memberikan hasil terbaik bagi perekonomian nasional, khususnya terkait agenda pembahasan tarif dagang dengan Amerika Serikat. Ia meminta agar setiap kesepakatan mampu memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan produktivitas nasional, serta menempatkan Indonesia sebagai bagian penting dalam rantai pasok global—bukan sekadar pasar.

Pendekatan cepat dan terukur diminta kepada jajaran menteri ekonomi agar hasil perundingan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan kapasitas industri, serta penciptaan nilai tambah di dalam negeri. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut Presiden dijadwalkan hadir di Amerika Serikat pada 19 Februari, bertepatan dengan rencana penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Selain penandatanganan kesepakatan perdagangan, agenda kunjungan juga mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha kedua negara. Secara substansi, negosiasi tarif telah rampung dan kedua pihak telah menyelesaikan harmonisasi bahasa hukum. Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia berencana membebaskan bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat, sementara pihak Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.

Di luar agenda ekonomi, Presiden juga dijadwalkan menghadiri KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026. Pemerintah memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Pertemuan di Hambalang turut dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.