Talenta Industri 4.0 WorldSkills ASEAN 2027, Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional

0
38
Talenta Muda Industri 4.0 (1)
Talenta Muda Industri 4.0 . DOK: MITSUBISHI ELECTRIC

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi utama peningkatan daya saing manufaktur nasional di tengah pesatnya transformasi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik vokasi serta penyiapan talenta terbaik Indonesia untuk berlaga pada ajang WorldSkills ASEAN 2027.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembangunan SDM industri unggul menjadi faktor kunci dalam menjaga peran sektor manufaktur sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Pada triwulan I tahun 2026, industri pengolahan nonmigas tercatat menyumbang 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 20,26 juta tenaga kerja.

“Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi merupakan bagian nyata dari upaya pemerintah mendukung transformasi Making Indonesia 4.0,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (12/6).

Sebagai langkah konkret, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bekerja sama dengan Festo menyelenggarakan Workshop Industry 4.0 Skills-1 pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan dosen di lingkungan pendidikan vokasi industri Kemenperin.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Doddy Rahadi, mengatakan bahwa perkembangan teknologi seperti digitalisasi, otomasi, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan sistem manufaktur cerdas telah mengubah lanskap industri global. Karena itu, lembaga pendidikan vokasi perlu terus beradaptasi agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

“BPSDMI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global,” kata Doddy.

Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman peserta mengenai teknologi manufaktur modern, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan talenta potensial yang akan dipersiapkan mewakili Indonesia pada kompetisi WorldSkills ASEAN 2027 di bidang Industri 4.0.

Dukungan terhadap pengembangan SDM industri juga datang dari sektor swasta. Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi industri nasional melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik vokasi.

“Melalui pembekalan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur, kami ingin memastikan para guru dan dosen memiliki kapabilitas berstandar global sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di era industri masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, berharap para peserta workshop dapat memperluas pemahaman terkait implementasi teknologi Industri 4.0, khususnya di bidang otomasi industri, digitalisasi proses manufaktur, serta metode pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri modern.

Selain meningkatkan kompetensi pendidik, para guru dan dosen yang mengikuti pelatihan juga diharapkan dapat menjaring siswa dan mahasiswa terbaik untuk dipersiapkan menjadi wakil Indonesia pada ajang WorldSkills ASEAN 2027.

Penguatan kompetensi tenaga pendidik vokasi dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas pendidikan vokasi industri di bawah pembinaan BPSDMI. Pada tahun 2025, unit pendidikan vokasi Kemenperin berhasil meluluskan 5.472 lulusan kompeten dengan tingkat keterserapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur.

Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri global, Kemenperin optimistis dapat terus mencetak SDM industri yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing internasional guna mendukung transformasi industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.