Banjir Bandang Terjang Kampung Toweren, BNPB Percepat Pemulihan Lahan Pertanian Warga

0
47
Aceh Tengah
Alat berat dikerahkan untuk membantu pembersihan material potongan kayu yang menutupi areal persawahan pascabanjir di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu, 22 Februari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah yang berada di kawasan perbukitan dataran tinggi Gayo menjadikannya rentan terhadap dinamika cuaca ekstrem, khususnya saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah hulu dalam durasi panjang.

Pada akhir November 2025 lalu, banjir bandang akibat hujan ekstrem yang dipicu dampak Siklon Senyar membawa material lumpur bercampur ratusan gelondongan kayu dari kawasan hutan. Arus deras menerjang permukiman warga dan menyapu hamparan persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Kampung Toweren.

Dampak bencana tersebut mengubah kondisi wilayah secara drastis. Lahan pertanian warga tertutup material kayu dan sedimen lumpur tebal hingga memaksa para petani menghentikan aktivitas bercocok tanam. Sejumlah sawah bahkan tampak menyerupai tumpukan hutan kayu akibat banyaknya gelondongan yang terbawa arus banjir.

Menanggapi kondisi tersebut, pada Minggu (22/2), upaya pemulihan dilakukan secara intensif oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah desa setempat. Tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memimpin proses pembersihan material banjir dengan prioritas utama membebaskan lahan persawahan agar masa tanam dapat segera dimulai kembali.

Material kayu yang menghambat aktivitas pertanian dievakuasi dan dipindahkan sementara ke lahan kosong milik warga yang dinilai lebih stabil. Di tengah kerusakan yang terjadi, masyarakat Kampung Toweren turut memanfaatkan sisa material bencana sebagai bagian dari strategi pemulihan mandiri.

Kayu-kayu gelondongan hasil banjir dipilah untuk digunakan kembali sebagai bahan bangunan guna memperbaiki rumah yang rusak, serta dijadikan kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski proses pembersihan dilakukan secara gotong royong, besarnya volume material kayu dan luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri. BNPB bersama lintas kementerian dan lembaga berencana menambah dukungan alat berat guna mempercepat pengerukan lumpur serta pemindahan kayu berukuran besar yang tidak memungkinkan dilakukan secara manual.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan lahan pertanian di Kampung Toweren, sekaligus mengubah sisa material bencana menjadi modal awal dalam proses pembangunan kembali desa terdampak.