Wamen Ekraf Bahas Strategi Go Global Musisi Indonesia Bersama Influencer dan Kreator Digital

0
75
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Irene Umar selaku Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menerima audiensi influencer Daniel Hermansyah bersama sejumlah konten kreator di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (20/2/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi strategis guna memperluas eksistensi musisi Indonesia di pasar global, khususnya melalui pendekatan budaya populer Asia.

Dalam audiensi tersebut, Irene Umar menegaskan komitmen Kementerian Ekraf untuk membuka ruang kolaborasi kreatif, termasuk penyediaan panggung pertunjukan dalam perayaan Imlek Nasional. Inisiatif ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi talenta musik Indonesia untuk menembus industri hiburan internasional, termasuk pasar K-pop.

“Dengan senang hati kami akan menyediakan panggung semaksimal mungkin. Dengan pengalaman yang dimiliki Chuseyo, kita dapat melihat berbagai kemungkinan kolaborasi ke depan,” ujar Irene.

Daniel Hermansyah, yang juga menjabat sebagai Direktur Chuseyo Digital, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan talenta Indonesia yang berkarier di luar negeri kepada ekosistem kreatif nasional.

Menurut Daniel, banyak talenta Indonesia telah debut sebagai anggota grup idola di berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan. Ia menilai keberhasilan tersebut patut diapresiasi dan didukung agar semakin banyak anak muda Indonesia mampu bersaing di industri hiburan global.

Beberapa idola asal Indonesia yang disebut antara lain Dita Karang, Loudi, Zayyan, serta Dinda. Selain itu, terdapat pula talenta Indonesia di Taiwan dan Malaysia yang turut menunjukkan kiprah di kancah internasional.

Kementerian Ekraf memandang keterlibatan kreator digital sebagai elemen penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi lintas negara diharapkan mampu memperluas jejaring internasional, memperkuat promosi, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif Indonesia.