(Vibizmedia – Sydney) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat pasar wisatawan mancanegara (wisman) Australia sekaligus mendorong perluasan perjalanan mereka ke berbagai destinasi di Indonesia melalui misi penjualan bertajuk “Go Beyond Ordinary” di Sydney dan Melbourne.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Rydges World Square, Sydney, pada 5 Agustus 2026 dan dilanjutkan di Oaks Melbourne on Market Hotel, Melbourne, pada 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra perjalanan Australia untuk memperluas pilihan paket wisata sekaligus membuka peluang transaksi ke berbagai destinasi di Tanah Air.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan Australia merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pasar tersebut melalui kampanye “Go Beyond Ordinary” yang menawarkan pengalaman wisata beragam dan berkualitas, mulai dari alam, budaya, bahari, gastronomi, hingga wellness.
“Australia merupakan salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Melalui kampanye ‘Go Beyond Ordinary’, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan berkualitas sehingga wisatawan Australia mengeksplorasi lebih banyak destinasi di Indonesia, tidak hanya Bali dan Jakarta,” kata Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Ni Made, mendorong wisman Australia untuk mengunjungi lebih banyak destinasi penting agar manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat tersebar ke berbagai daerah. Strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal, mendorong peningkatan belanja wisatawan, dan memperkuat daya saing pariwisata nasional.
Australia memiliki posisi strategis sebagai pasar wisata Indonesia, didukung kedekatan geografis, konektivitas penerbangan, serta hubungan bilateral kedua negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Australia menjadi negara penyumbang wisman terbesar kedua ke Indonesia pada 2025 dengan total 1.754.791 kunjungan.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisman Australia tercatat 864.750 kunjungan atau tumbuh 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tahun ini, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia mencapai 2,23 juta kunjungan,” ujar Ni Made.
Dalam pelaksanaan misi penjualan tersebut, Kemenpar berkolaborasi dengan asosiasi pariwisata, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney dan Melbourne, Garuda Indonesia Sydney dan Melbourne, serta Melbourne Airport. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mempertemukan secara langsung pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra potensial di Australia.
Sebanyak delapan pelaku industri pariwisata Indonesia difasilitasi sebagai seller, yaitu Kappa Senses Ubud, Pangeran Tour DMC, Java Traveller, Panorama Destination, Imam Tour & Travel, J4 Group–Bali, Asia Global Yachting, dan Indo Insider Tours.
Para pelaku industri tersebut menawarkan berbagai produk dan pengalaman perjalanan yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan Australia untuk menjelajahi Indonesia, termasuk destinasi di luar Bali dan Jakarta.
Rangkaian kegiatan juga diisi pemaparan mengenai perkembangan sektor pariwisata Indonesia serta produk wisata berkualitas dari perwakilan industri, di antaranya Panorama Destination dan Kappa Senses Ubud Bali. Agenda tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pilihan perjalanan yang lebih beragam kepada pasar Australia.
Aspek konektivitas turut menjadi perhatian dalam misi penjualan. Garuda Indonesia dan Melbourne Airport menyampaikan informasi mengenai akses penerbangan dari Sydney dan Melbourne menuju Indonesia.
Garuda Indonesia juga memperkenalkan program free add-on domestic flight yang memberikan kesempatan bagi wisman untuk melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi domestik, seperti Yogyakarta, Bandung, Padang, dan berbagai kota lainnya.
Agenda utama berupa tabletop session mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan 30 buyer potensial dari wilayah New South Wales dan Victoria. Pertemuan bisnis tersebut diarahkan untuk mengubah minat pasar menjadi transaksi sekaligus membuka peluang pengembangan paket perjalanan ke lebih banyak destinasi di Indonesia.
Hasilnya, misi penjualan Wonderful Indonesia di Sydney dan Melbourne mencatat potensi perjalanan bagi 3.050 wisatawan dengan nilai devisa sekitar 4,4 juta dolar AS atau setara Rp78 miliar.
“Dari hasil pertemuan tersebut, Wonderful Indonesia Misi Penjualan pasar Australia di Sydney dan Melbourne berhasil membukukan potensi 3.050 wisatawan dengan potensi devisa sebesar 4,4 juta dolar AS atau setara sekitar Rp78 miliar,” kata Ni Made.









