Kemendag Perkuat Ekosistem Ekspor untuk Dorong Mamin Indonesia Go Global

0
33
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya meningkatkan daya saing produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia agar semakin mampu menembus pasar internasional. Menurutnya, industri mamin tidak hanya berperan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam membangun daya saing sekaligus citra produk Indonesia di pasar global.

Hal tersebut disampaikan Roro dalam Indonesia Food & Beverage Trade Promotion Forum di Jakarta, Selasa (11/8). Forum yang digelar Kementerian Perdagangan bersama SIAL Network tersebut mengangkat tema “Indonesia F&B Go Global: Seberapa Jauh Kita Bisa?” dan diikuti perwakilan asosiasi, pelaku usaha, serta kementerian dan lembaga terkait.

Roro mengatakan besarnya pasar global memberikan peluang ekspor yang masih sangat terbuka bagi produk mamin Indonesia. Pada 2025, nilai pasar mamin dunia mencapai 512 miliar dolar AS, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 7 persen per tahun selama lima tahun terakhir.

“Angka ini mencerminkan betapa besarnya potensi dan peluang ekspor bagi produk-produk mamin unggulan tanah air. Masih terdapat ruang evaluasi dan ekspansi yang sangat luas untuk terus meningkatkan daya saing di kancah internasional,” ujar Roro.

Di sisi lain, nilai ekspor makanan olahan Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 6,25 miliar dolar AS. Dengan capaian tersebut, Indonesia menempati peringkat keempat di ASEAN, setelah Thailand sebesar 17,69 miliar dolar AS, Vietnam 8,89 miliar dolar AS, dan Singapura 6,5 miliar dolar AS.

Menurut Roro, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar produk mamin Indonesia dapat lebih kompetitif, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tantangan tersebut meliputi pemenuhan standar mutu internasional, sertifikasi keamanan pangan, ketentuan pelabelan dan pengemasan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekosistem ekspor nasional secara menyeluruh. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, penyederhanaan layanan dan birokrasi ekspor, perluasan akses ke pasar bilateral maupun multilateral, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Keberhasilan ekspor Indonesia tidak hanya ditentukan besarnya potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh keberanian untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperluas kerja sama. Kami berharap makin banyak pelaku usaha Indonesia yang siap melangkah ke pasar global dan menjadikan produk Indonesia sebagai pilihan utama konsumen dunia,” kata Roro.

Forum tersebut juga diisi panel diskusi yang menghadirkan sejumlah perwakilan kementerian, lembaga, dan pelaku industri. Narasumber yang hadir antara lain Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Anastuty Kusumowardhani, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Yulia Astuti, serta Managing Director SIAL Network ASEAN & India Henry Tan.

Dirjen PEN Fajarini Puntodewi berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan mitra internasional.

“Pasar produk makanan olahan tetap ada dan terus tumbuh tinggi sehingga perlu kolaborasi bersama untuk meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Pelaku usaha juga menilai forum tersebut memberikan manfaat dalam memperluas wawasan dan jejaring ekspor. Ahmad Hanifa, perwakilan PT HNF Alam Sejahtera, mengatakan kegiatan tersebut memberinya informasi terbaru mengenai berbagai peluang pameran perdagangan di dalam maupun luar negeri.

Selain memperoleh informasi pasar, forum tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun jaringan dengan sesama eksportir dan instansi pemerintah terkait.

“Saat ini, kami telah melakukan ekspor ke Yunani, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Semoga dengan mengikuti acara ini, kami dapat memperluas ekspansi pasar kami ke benua-benua lain di luar Eropa,” pungkas Ahmad.