Transformasi Pariwisata Berkelanjutan, Strategi Indonesia Hadapi Persaingan Global

0
57
Foto: Kemenpar

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa transformasi menuju pariwisata berkelanjutan bukan lagi sekadar tren global, melainkan kebutuhan strategis agar Indonesia tetap mampu bersaing di tingkat internasional.

Dalam pembukaan Forum STDev Circle bertema Gerakan dan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan yang digelar secara daring dari Jakarta, Rabu (25/2/2026), ia menyampaikan bahwa pendekatan pariwisata berkelanjutan menjadi fondasi utama pembangunan sektor pariwisata nasional ke depan. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional sekaligus menjawab dinamika industri pariwisata global yang terus berubah.

Menurutnya, preferensi wisatawan dunia kini semakin bergeser. Aspek keberlanjutan seperti kepedulian lingkungan, pelestarian budaya, serta dampak sosial dan ekonomi menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan destinasi.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Kementerian Pariwisata mendorong lima program unggulan, yakni Peningkatan Keselamatan Berwisata, Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0. Program-program ini dirancang guna membangun ekosistem yang tangguh, inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna.

Sepanjang 2025, sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta atau tumbuh 10,80 persen, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,20 miliar perjalanan atau meningkat 17,55 persen. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap transformasi pariwisata Indonesia.

Pengakuan internasional turut memperkuat posisi Indonesia. Desa Wisata Pemuteran dan Desa Wisata Osing Kemiren menerima penghargaan dari UN Tourism. Selain itu, 33 hotel dan resor di Indonesia meraih pengakuan MICHELIN Keys, yang menunjukkan peningkatan standar kualitas layanan dan pengalaman menginap berkelas dunia.

Memasuki 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara berada di kisaran 16,0 hingga 17,6 juta, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan daya saing.

Wamenpar menekankan bahwa target tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat lintas pemangku kepentingan. Forum STDev Circle dinilai strategis karena mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan generasi muda untuk merumuskan langkah konkret.

Forum ini juga membahas penguatan pembiayaan hijau (green financing), inovasi teknologi, gerakan komunitas, serta peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi. Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci agar pertumbuhan pariwisata berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Forum STDev Circle dimoderatori oleh Frans Teguh, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata, serta menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Mari Elka Pangestu, Diena M. Lemy, Reza Permadi, Ketut Purna, dan Andy Bahari.