Enam Camilan UMKM Kini Hadir di Kereta Api, Pasar 51 Juta Penumpang Terbuka

0
61
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Sebanyak enam produk pangan UMKM kini resmi meramaikan etalase kuliner di dalam kereta api. Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kehadiran produk-produk lokal tersebut di gerbong kereta Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang, Selasa sore (24/2), di Stasiun Gambir, Jakarta.

Enam produk yang berhasil menembus jaringan bisnis PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan hasil kurasi ketat dari 50 produk unggulan UMKM. Seleksi dilakukan melalui kegiatan business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan pada 30 September 2025.

Mendag Budi Santoso—yang akrab disapa Mendag Busan—menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, PT KAI Services, dan Kementerian Perhubungan untuk memperluas akses pasar produk UMKM ke sektor transportasi publik.

Adapun enam produk tersebut meliputi Pempek Crunchy, Kulit Ayam Crispy, Tahu Walik, Keripik Singkong Panggang, Stik Keju Ulir, dan Minuman Jahe Rempah. Seluruhnya telah melalui proses kurasi dan pembinaan, mencakup aspek kualitas, kemasan, keamanan pangan, hingga kesesuaian dengan standar layanan kereta api.

Masuknya produk UMKM ke ekosistem KAI menunjukkan kemampuan pelaku usaha lokal dalam menembus captive market seperti stasiun dan layanan di atas kereta. Saat ini terdapat 15 jalur kereta antarkota dengan volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun, yang menjadi potensi pasar sangat besar, terutama saat momentum Lebaran ketika mobilitas masyarakat meningkat signifikan.

Kementerian Perdagangan memfasilitasi keenam produk tersebut untuk masuk ke jaringan bisnis anak usaha KAI, yakni PT Reska Multi Usaha (KAI Services). Empat produk kini tersedia di kereta restorasi pada 15 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), antara lain Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Jayabaya, dan Majapahit. Sementara dua produk lainnya dipasarkan di empat Loko Café, termasuk di Stasiun KCIC Halim, Stasiun Tugu, Bandung, dan Malioboro.

Menhub Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah ini dan berharap produk UMKM dapat diperluas ke moda transportasi lain seperti bus, kapal, hingga bandara, sehingga semakin banyak ruang promosi bagi produk lokal.

Pelaku UMKM pun menyambut positif inisiatif tersebut. Sri Widiana (Ana), pemilik jenama Olasing, mengaku bangga produknya dapat masuk jaringan KAI dan berharap kerja sama ini berkelanjutan. Para penumpang juga menunjukkan antusiasme. Sejumlah penumpang mengaku tertarik mencoba camilan lokal sebagai pilihan praktis selama perjalanan.

Usai peninjauan, Mendag dan Menhub menyapa penumpang Argo Sindoro yang akan berangkat ke Semarang serta membagikan produk lokal seperti Kahf, Oh My Glam (OMG), dan Maore sebagai bagian dari kampanye bangga produk Indonesia.

Keduanya juga mengunjungi pameran Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL) di pelataran parkir Stasiun Gambir yang berlangsung pada 24–25 Februari 2026. Pameran tersebut menampilkan berbagai merek lokal, mulai dari kosmetik, tas dan aksesori, hingga fesyen dan fesyen muslim, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem produk dalam negeri.