Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 5,3%, Fatalitas Anjlok 30,4%

0
184
ASDP
Kondisi arus balik angkutan penyeberangan Nataru 2024/2025 di salah satu pelabuhan utama ASDP. FOTO: ASDP

(Vibizmedia-Nasional) Arus mudik Idul Fitri atau Lebaran 2026 mencatat kabar positif. Angka kecelakaan lalu lintas secara nasional mengalami penurunan sebesar 5,3%, sementara jumlah korban meninggal dunia (fatalitas) turun signifikan hingga 30,4%.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengungkapkan bahwa data tersebut dihimpun hingga Kamis (26/3/2026). Ia menyebut penurunan ini menjadi indikator membaiknya keselamatan perjalanan masyarakat selama musim mudik.

“Hingga kemarin kami mendata jumlah kecelakaan secara nasional peristiwanya turun 5,3%, dan jumlah korban meninggal dunia atau fatalitas turun 30,4%,” ujar Awaluddin di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utara, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, ia menyoroti bahwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Selain itu, wilayah non-tol juga menjadi titik rawan yang memerlukan perhatian lebih dalam pengaturan lalu lintas.

Awaluddin menilai langkah rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Korlantas Polri terbukti efektif. Kebijakan seperti sistem one way dan contraflow dinilai mampu menekan potensi kecelakaan selama arus mudik.

“Dominasi peristiwa kecelakaan masih pada kendaraan bermotor roda dua. Dan kecelakaan di area non-tol juga masih perlu pengaturan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam hal penanganan korban, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dan ahli waris dengan total nilai mencapai Rp 11,9 miliar hingga saat ini.

Sementara itu, Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, memastikan bahwa data penurunan fatalitas tersebut telah diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan. Ia menegaskan bahwa petugas masih terus bersiaga untuk menjaga keamanan masyarakat selama periode mudik.

“Hasil analisa Kamseltibcarlantas menunjukkan penurunan fatalitas korban sebanyak 30,4%. Data ini sudah kami cek langsung dari peristiwa kecelakaan di lapangan,” ujar Agus.

Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas ini menjadi capaian penting dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, sekaligus menunjukkan efektivitas sinergi antara rekayasa lalu lintas, pengawasan aparat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.