Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI Bawa Dampak Ekonomi dan Perkuat Ruang Interaksi Masyarakat

0
103
Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany Alatas, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tidak hanya menciptakan kemeriahan olahraga, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi rakyat hingga tingkat akar rumput. (Foto: Kemenpora)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah menilai penyiaran gratis Piala Dunia 2026 melalui TVRI akan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.

Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany Alatas, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia selama ini tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.

“Bayangkan, satu momen Piala Dunia bisa menghidupkan ribuan warung kopi, UMKM, pedagang kecil, sampai ruang-ruang kebersamaan anak muda di seluruh Indonesia,” ujar Tsamara dalam keterangannya, Kamis (10/6/2026).

Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu membawa efek ekonomi yang nyata di masyarakat. Kegiatan nonton bareng di berbagai daerah menjadi salah satu pemicu utama perputaran ekonomi lokal.

Saat masyarakat berkumpul untuk menonton pertandingan, usaha mikro dan pedagang kecil ikut merasakan dampaknya melalui meningkatnya jumlah pengunjung dan transaksi.

“Warung kopi menjadi ramai, pedagang makanan bertambah pembeli, UMKM lokal ikut bergerak, sampai layar nobar sederhana di kampung-kampung bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru,” katanya.

Tsamara menegaskan, keputusan pemerintah menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis melalui TVRI memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyediakan siaran olahraga.

“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat Indonesia melalui TVRI,” ujarnya.

Kebijakan ini, lanjutnya, bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati ajang olahraga terbesar dunia tersebut tanpa hambatan biaya.

Pemerintah juga ingin memastikan manfaat ekonomi dan semangat kebersamaan dari ajang tersebut dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di daerah dan pelaku usaha kecil.

“Pemerintah ingin memastikan manfaat ekonomi dan semangat kebersamaan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat pelosok dan para pelaku usaha,” ujarnya.

Selain melalui siaran televisi, masyarakat juga dapat mengakses pertandingan melalui layanan digital dengan biaya yang terjangkau.

Menurut Tsamara, perluasan akses siaran ini merupakan bentuk pemerataan manfaat dari sebuah perhelatan olahraga global yang memiliki daya tarik besar di Indonesia.

“Artinya masyarakat bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus terbebani biaya langganan tambahan,” katanya.

Ia menambahkan, Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Kegiatan nonton bareng di berbagai daerah dinilai dapat menjadi ruang aktualisasi anak muda sekaligus memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semangat besarnya bukan hanya menghadirkan tontonan dunia, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat, membuka ruang aktualisasi anak muda, dan memperkuat kebersamaan bangsa,” tegasnya.

Kebijakan ini disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat pembangunan SDM, mendorong ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, memperluas akses informasi dan hiburan yang inklusif, serta memperkuat persatuan sosial masyarakat Indonesia.