Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Kedokteran Lewat Peresmian FK Unima untuk Perkuat Layanan Kesehatan di Indonesia Timur

0
42
Foto: Kemdiktisaintek

(Vibizmedia – Minahasa, Sulawesi Utara) Pemerintah terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan dengan memperluas akses pendidikan kedokteran di berbagai daerah. Upaya ini dinilai penting untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis, terutama di wilayah Indonesia timur yang masih kekurangan dokter.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (11/6/2026).

Peresmian FK Unima menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat pemerataan layanan kesehatan di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia timur secara lebih luas.

Menteri Brian menegaskan bahwa pendidikan kedokteran memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pendirian FK Unima disebut sejalan dengan prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan layanan dasar, khususnya sektor kesehatan.

“Hari ini adalah dimulainya investasi besar untuk masa depan Sulawesi Utara. Dokter-dokter yang lahir dari sini diharapkan kompeten, berdedikasi, humanis, dan mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujar Brian.

Ia menekankan bahwa pendirian fakultas kedokteran baru tidak hanya bertujuan menambah jumlah dokter, tetapi juga memastikan pemerataan distribusi tenaga medis hingga ke daerah-daerah yang masih kekurangan layanan kesehatan.

Brian juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten/kota, dinas kesehatan, hingga Universitas Brawijaya sebagai fakultas kedokteran pembina.

FK Unima diharapkan menjadi model pendidikan kedokteran transformatif yang sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yakni pendidikan tinggi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pola penerimaan mahasiswa baru yang memprioritaskan putra-putri daerah dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel bersama FK pembina.

Skema ini dirancang agar lulusan nantinya kembali ke daerah asal dan mengabdi di wilayah yang membutuhkan tenaga kesehatan.

“Yang membuat saya berbahagia adalah seluruh 50 mahasiswa baru berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Ini teladan bagaimana fakultas kedokteran dapat langsung berkontribusi pada pemerataan dokter,” kata Brian.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan dukungan penuh terhadap program ini dan berkomitmen membantu pembiayaan pendidikan mahasiswa kedokteran agar mereka dapat fokus belajar.

“Kami sudah menyiapkan dukungan anggaran. Mahasiswa fokus belajar saja, dan setelah lulus kami berharap mereka kembali mengabdi untuk masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Manado, Joseph Philip Kambey, menjelaskan bahwa FK Unima menerapkan model rekrutmen berbasis rekomendasi pemerintah daerah yang dipadukan dengan seleksi nasional yang ketat.

Model ini menggabungkan afirmasi daerah dengan standar mutu akademik tinggi untuk memastikan kualitas lulusan.

Selain penguatan pendidikan kedokteran, Menteri Brian juga mendorong perguruan tinggi menjadi pusat solusi berbasis riset dan inovasi untuk menjawab berbagai persoalan daerah, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.

Dengan diresmikannya FK Unima, pemerintah berharap lahir lebih banyak dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen pengabdian bagi daerah, sekaligus memperkuat pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.