(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (6/4), ditutup melemah, stabil pada loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa terkoreksi setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,26% atau 45 poin ke level Rp 17.035 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.990. Rupiah terpantau mencapai rekor terendah barunya kembali.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.010 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.040, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.035.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa terkoreksi setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; tertahan kenaikannya di tengah kekhawatiran investor atas eskalasi perang di Timur Tengah yang mengangkat lagi harga minyak dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 99,89, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,18.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi melemah 37,356 poin (0,53%) ke level 6.989,426, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat dengan Nikkei dan Kospi menanjak, sedangkan sebagian bursa lain libur Paskah, di antara pasar mencerna perpanjangan deadline dari AS untuk pembukaan Selat Hormuz Selasa, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan variatif dan rentang terbatas sebelum long weekend.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.060 – Rp16.891.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









