Cuaca Ekstrem Picu Rentetan Bencana di Indonesia, BNPB: Banjir hingga Longsor Dominasi

0
109
Pohon tumbang
pohon tumbang dampak angin kencang di wilayah Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu, 12 April 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana dengan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (13/4/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat cuaca ekstrem masih mendominasi.

Berdasarkan data BNPB, peristiwa cuaca ekstrem terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Di Kabupaten Semarang, angin kencang melanda Desa Banaran, Kecamatan Gemawang pada Sabtu (11/4), berdampak pada 11 kepala keluarga (KK) atau 28 jiwa. Tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan aparat desa telah menyalurkan bantuan serta melakukan penanganan darurat.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Grobogan. Hujan lebat disertai angin kencang merusak 24 rumah di Desa Katong dan Sugihan, Kecamatan Toroh, serta berdampak pada 24 KK. Satu ruko terdampak dan satu pohon tumbang, dengan penanganan dilakukan bersama warga.

Di Kabupaten Rembang, angin kencang yang dipicu hujan lebat merusak 10 rumah, tiga tempat usaha, dan satu kandang ternak di Kecamatan Gunem, dengan total 14 KK terdampak. Sementara di Kabupaten Malang, angin kencang menyebabkan kerusakan pada 16 KK, terdiri dari rumah rusak ringan hingga berat.

Bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Purbalingga pada Minggu (12/4), akibat hujan deras dan kondisi tanah labil. Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka ringan, serta 11 warga terdampak. Proses pembersihan material masih menunggu kondisi tanah yang stabil.

Selain itu, banjir juga melanda sejumlah wilayah. Di Kabupaten Pasuruan, banjir merendam permukiman warga di enam desa dan satu kelurahan, berdampak pada 740 KK. Meski sebagian wilayah mulai surut, BPBD setempat masih bersiaga.

Di luar Pulau Jawa, banjir juga terjadi di Kabupaten Poso, yang merendam 60 rumah dan berdampak pada 60 KK di Desa Saojo, Kecamatan Pamona Utara. Tim reaksi cepat telah diterjunkan untuk penanganan dan perencanaan mitigasi.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Bantaeng menyebabkan dua orang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini, menjaga kebersihan lingkungan terutama saluran air, serta menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana saat kondisi cuaca memburuk.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan melalui pemantauan wilayah rawan, penyediaan sarana darurat, serta penyebaran informasi peringatan dini. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.