BNPB Catat Rentetan Bencana: Puting Beliung di Medan, Karhutla di Muara Enim

0
58
Karhutla
Proses pemadaman lahan seluas satu hektar yang dilakukan tim gabungan di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan pada Kamis, 28 Mei 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 28–29 Mei 2026, mulai dari angin kencang akibat cuaca ekstrem di Sumatera Utara hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Fenomena cuaca ekstrem pertama terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu (27/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Angin kencang menerjang Dusun II, Desa Sibarau, Kecamatan Sipispis dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 6 kepala keluarga (KK) terdampak dengan 6 unit rumah mengalami kerusakan dalam tingkat berbeda-beda. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Merespons kejadian itu, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat.

Hingga Kamis (28/5), petugas masih melakukan asesmen lanjutan sekaligus menyalurkan bantuan awal bagi warga terdampak. BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Di wilayah lain, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Mililian, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (28/5). Titik api terdeteksi sekitar pukul 13.39 WIB berdasarkan hasil patroli udara.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Tim gabungan dari BPBD Posko Kecamatan Gelumbang bersama Manggala Agni dan Koramil 404-01 Gelumbang bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi kini dilaporkan terkendali.

Selain pemadaman, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah karhutla kembali terjadi.

Sementara itu, bencana angin puting beliung juga melanda Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Kamis (28/5). Angin kencang menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah warga di kawasan permukiman.

Data sementara mencatat 5 kepala keluarga atau 19 jiwa terdampak, dengan 5 unit rumah mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Medan segera diterjunkan untuk melakukan monitoring, pendataan, serta kaji cepat di lokasi kejadian. Proses penanganan dilakukan bersama perangkat kelurahan, kecamatan, masyarakat, dan relawan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta menghindari aktivitas di dekat pohon besar, baliho, dan bangunan rawan roboh. Di wilayah rawan karhutla, masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan bila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.