
(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong para kepala daerah untuk mengidentifikasi serta mengembangkan potensi wilayah, khususnya melalui penguatan desa wisata sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa desa wisata merupakan pendekatan efektif dalam mengoptimalkan potensi lokal, baik dari sisi alam maupun budaya, sebagai penggerak ekonomi desa.
Dalam keterangannya usai audiensi dengan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, di Jakarta, Rabu (15/4/2026), Yandri menekankan pentingnya pemetaan desa berdasarkan potensi, seperti desa tematik, desa wisata, hingga desa hortikultura, termasuk pengembangan program desa ekspor melalui BUM Desa.
Ia menegaskan bahwa pengembangan desa wisata bertujuan memberdayakan masyarakat agar menjadi pelaku utama dalam pengelolaan potensi pariwisata di daerahnya, sekaligus meningkatkan kesiapan desa dalam memanfaatkan peluang ekonomi berbasis pariwisata.
Menurutnya, program ini juga dapat meningkatkan posisi tawar desa, dari sekadar penyedia bahan baku menjadi produsen yang mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar global, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
Yandri menambahkan, skema pengembangan akan dilakukan melalui mekanisme proposal yang akan dinilai untuk menentukan prioritas bantuan. Ia juga mendorong daerah untuk mengidentifikasi potensi desa, termasuk pengembangan desa wisata dengan fasilitas pendukung seperti kolam renang atau wahana rekreasi.
Melalui langkah tersebut, Kemendes PDT berharap desa-desa di berbagai wilayah dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat desa.








