Presiden Prabowo Langsung Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Janji Benahi Perlintasan Berbahaya

0
62
Kereta Api
Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, pada Selasa pagi, 28 April 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto langsung menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa pagi (28/4/2026).

Presiden tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.39 WIB dan langsung menuju poli bedah, kemudian melanjutkan kunjungan ke ruang perawatan Bougenville. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyapa sejumlah korban yang tengah menjalani perawatan serta memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga.

Presiden menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. Ia juga memastikan seluruh korban luka akan mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih.

“Saya hari ini datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” ujar Prabowo kepada awak media.

Selain itu, Presiden menyoroti masih banyaknya lintasan kereta api yang belum dijaga secara optimal. Pemerintah, kata dia, akan segera melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai perkembangan penanganan korban pascakejadian. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Diketahui, kecelakaan terjadi antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan bersama jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan bahwa hingga Selasa pukul 06.30 WIB tercatat tujuh korban meninggal dunia dan 81 orang berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta untuk mendapatkan perawatan medis.

Proses evakuasi dilakukan intensif sejak kejadian, termasuk penyelamatan korban yang sempat terjebak di dalam gerbong. Petugas gabungan masih bekerja di lokasi untuk memastikan seluruh penanganan berjalan aman dan lancar.

Terkait penyebab kecelakaan, pemerintah menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar penyelidikan berlangsung menyeluruh dan objektif.