Perdagangan dan Investasi Jadi Kunci Pertumbuhan dan Penciptaan Kerja Layak

0
73
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus memperkuat peran perdagangan dan investasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus sebagai instrumen strategis dalam menciptakan lapangan kerja yang layak, produktif, dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menyampaikan bahwa Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen, sembari terus mengejar target pertumbuhan sebesar delapan persen.

Ia menegaskan bahwa pemerintah juga terus memperkuat kerja sama perdagangan dengan berbagai mitra internasional, seperti Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara di kawasan Asia, guna mendukung perdagangan global serta rantai pasok yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan mendorong terciptanya pekerjaan yang layak.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar on Trade, Investment and Decent Work yang diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jakarta, Rabu (29/04).

Meski perdagangan dan investasi telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi, manfaatnya dinilai belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Oleh karena itu, seminar ini menjadi ruang untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan perdagangan, investasi, dan ketenagakerjaan dapat diintegrasikan secara lebih efektif guna mendukung penciptaan pekerjaan layak, perlindungan hak pekerja, serta pembangunan yang inklusif.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menekankan bahwa keberhasilan perdagangan dan investasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta peluang yang terbuka bagi pekerja dan pelaku usaha.

Menurutnya, dialog ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif, memperkuat standar ketenagakerjaan, serta memastikan tidak ada pihak yang tertinggal.

Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian dialog nasional selama tiga hari mengenai perdagangan, investasi, dan pekerjaan layak di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pekerja, akademisi, hingga masyarakat sipil, untuk membahas peran perdagangan dan investasi dalam menciptakan pekerjaan yang lebih baik serta kondisi kerja yang lebih adil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga, di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Tirta Nugraha Mursitama, serta perwakilan dari kementerian/lembaga dan asosiasi terkait.