Pembangunan Tol Serang–Panimbang Dipercepat, Perkuat Konektivitas Banten

0
64
Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang di Provinsi Banten. (Foto: Kementerian PU)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang di Provinsi Banten secara bertahap. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas wilayah utara hingga selatan Banten, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga berperan penting dalam pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

“Pembangunan jalan tol memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Jalan Tol Serang–Panimbang memiliki panjang total 83,67 kilometer dan terbagi dalam tiga seksi, yakni Seksi 1 Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,45 km, Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles, serta Seksi 3 Cileles–Panimbang. Ruas tol ini melintasi Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Seksi 1 Serang–Rangkasbitung telah beroperasi sejak 2021 dan menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah Banten bagian tengah.

Sementara itu, pembangunan Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles kini memasuki tahap akhir, dengan progres konstruksi mencapai 98,64 persen dan pembebasan lahan sebesar 86,71 persen. Ruas ini ditargetkan rampung pada kuartal II tahun 2026.

Adapun Seksi 3 Cileles–Panimbang, yang merupakan porsi pemerintah, juga terus dikerjakan secara bertahap. Pada fase pertama, progres pekerjaan telah mencapai 99,88 persen. Sementara itu, fase kedua yang terbagi dalam beberapa paket ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir 2026.

Secara teknis, Tol Serang–Panimbang dirancang dengan kecepatan rencana 100 km per jam, terdiri atas empat lajur dua arah, median selebar 3,8 meter, serta dilengkapi sejumlah simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.

Kehadiran tol ini diyakini akan mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata di Banten. Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, destinasi wisata pesisir selatan, serta kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon akan semakin mudah dijangkau.

Dengan beroperasinya tol ini, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung diperkirakan menjadi sekitar dua hingga tiga jam, jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai empat hingga lima jam.

Kementerian PU menilai, penyelesaian proyek ini akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Banten.