Pendapatan Negara Capai Rp574,9 Triliun, APBN 2026 Tetap Terjaga

0
201
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Nasional) Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Maret 2026 menunjukkan tren ekspansif seiring meningkatnya pendapatan negara dan percepatan belanja pemerintah. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

“Hingga Maret, APBN tumbuh cukup ekspansif. Jika melihat data 2026, pendapatan negara tumbuh sekitar 10 persen,” ujar Purbaya.

Pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh kuat sebesar 20,7 persen. Peningkatan penerimaan pajak dipengaruhi membaiknya aktivitas ekonomi nasional, harga komoditas yang relatif stabil, serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, transformasi digital melalui sistem Coretax dinilai turut mendukung optimalisasi penerimaan negara.

“Coretax menunjukkan dampak yang sangat positif terhadap pendapatan negara. Memang masih ada beberapa kelemahan yang terus kami perbaiki, namun hasilnya sudah terlihat dan akan terus diperkuat ke depan,” jelas Menkeu.

Di sektor kepabeanan dan cukai, penerimaan tercatat sebesar Rp67,9 triliun. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP), di luar dividen BUMN, tumbuh 7 persen dengan realisasi mencapai Rp112,1 triliun.

Dari sisi belanja, pemerintah memastikan realisasi APBN tetap berjalan sesuai program prioritas nasional. Hingga akhir Maret 2026, belanja negara terealisasi sebesar Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp610,3 triliun atau meningkat 47,7 persen. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, penyaluran bantuan sosial, pembayaran manfaat pensiun, subsidi, serta kompensasi BBM dan listrik.

Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) juga mengalami peningkatan dengan realisasi sebesar Rp204,8 triliun. Dana tersebut digunakan untuk Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Nonfisik, hingga Dana Otonomi Khusus, termasuk tambahan dukungan bagi daerah terdampak bencana di Sumatera.

Meski belanja meningkat, pemerintah memastikan posisi defisit APBN tetap terkendali dan sesuai dengan desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara hati-hati, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan.

“Sepanjang tahun, defisit akan tetap kita jaga di bawah 3 persen sesuai desain APBN,” tegas Purbaya.