Presiden Prabowo dari Cebu: ASEAN Harus Lebih Solid Hadapi Krisis Global

0
46
KTT
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis, 7 Mei 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas dan kolaborasi kawasan ASEAN di tengah meningkatnya tantangan global yang semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri KTT Khusus BIMP-EAGA dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa situasi global saat ini menuntut kerja sama kawasan yang lebih erat, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat ASEAN, khususnya dalam menghadapi tantangan ketahanan energi dan pangan.

“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Presiden Prabowo.

Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan hangat dan kepemimpinannya dalam forum tersebut. Kepala Negara menilai momentum KTT BIMP-EAGA kali ini sangat penting karena berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret dan relevan dengan perubahan zaman. Menurutnya, kerja sama subkawasan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, melainkan harus lebih responsif terhadap tantangan global.

“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjut Presiden.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama negara-negara anggota ASEAN. Ia menyebut Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberikan arah pembangunan kawasan yang jelas, namun tantangan terbesar saat ini adalah memastikan implementasinya berjalan nyata dan efektif.

“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” tegas Presiden.

Dari Cebu, Presiden Prabowo sekaligus mengirim pesan kuat bahwa masa depan ASEAN akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara-negara di kawasan menjaga persatuan, memperkuat kerja sama strategis, dan bergerak bersama menghadapi dinamika global yang terus berubah.