Sampah Bisa Bernilai, Warga Diajak Pilah Sejak dari Rumah

0
138
Foto: Pemprov DKI

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah konkret menjaga lingkungan sekaligus mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Ajakan ini disampaikan melalui deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” yang menjadi bagian dari rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju 5 abad. Kegiatan tersebut berlangsung di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Pedestrian Pasar Festival, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah krusial dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di ibu kota. Ia menjelaskan, sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga, dengan komposisi hampir setengahnya berupa sampah organik, sementara sisanya masih memiliki nilai untuk didaur ulang.

“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin menegaskan bahwa memilah sampah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk mencegah Jakarta dari kondisi darurat sampah,” ujar Dudi.

Ia menjelaskan, jika pemilahan dilakukan sejak dari rumah, maka sebagian besar sampah dapat ditangani di tingkat awal. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sedangkan hanya sampah residu yang akan dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.

Dudi menambahkan, perubahan perilaku masyarakat menjadi semakin mendesak karena mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. Bahkan pada 2027, fasilitas tersebut ditargetkan tidak lagi menerima sampah.

“Kondisi ini menuntut transformasi sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga,” katanya.

Sebagai contoh penerapan, DLH DKI Jakarta menunjuk Kelurahan Rorotan yang telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dari sumber. Model ini rencananya akan direplikasi ke berbagai wilayah lain di Jakarta.

Menurut Dudi, praktik tersebut membuktikan bahwa pengurangan sampah dapat berjalan efektif apabila pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak berkolaborasi.

Deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta pejabat tinggi negara lainnya.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif guna menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Warga dapat mengikuti program menabung sampah anorganik sebagai bentuk edukasi bahwa sampah yang dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi.

Sejumlah kolaborator dalam Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan Hidup Klaster Persampahan, seperti Rekosistem, Plasticpay, Paragon Technology & Innovation, dan Rumah Sosial Kutub, turut ambil bagian dalam mendukung kegiatan ini.

Selain deklarasi, acara juga diisi dengan pemutaran video edukasi, kampanye pemilahan sampah, serta penyuluhan oleh ratusan petugas kebersihan.

Untuk memastikan kebersihan lokasi selama kegiatan berlangsung, DLH DKI Jakarta mengerahkan 200 petugas kebersihan lengkap dengan berbagai sarana pendukung di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said. Fasilitas yang disiapkan meliputi tiga unit road sweeper, dua truk anorganik, dua truk compactor listrik, 100 tempat sampah, tiga tong sulo, 1.000 kantong plastik, lima bus toilet, serta tangki air bersih dan air limbah.

“Gerakan memilah sampah—baik organik, anorganik, limbah B3 rumah tangga, maupun residu—merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi terwujudnya Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Dudi.