Dari Nusantara ke Dunia, Tempe Diperjuangkan Masuk Daftar UNESCO

0
133
Foto: KJRI San Fransisco

(Vibizmedia – Jakarta) Konsul Jenderal RI di San Francisco, Amerika Serikat, Yohpy Ichsan Wardana, menegaskan bahwa tempe tidak sekadar menjadi bahan pangan sehari-hari, melainkan juga merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang mencerminkan perpaduan antara kekayaan hayati dan kearifan lokal Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Yohpy dalam upaya memperkuat pemahaman dunia internasional terhadap nilai historis dan filosofis tempe, yang saat ini tengah diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

“Tempe adalah wujud harmonisasi antara alam dan budaya. Di dalamnya terdapat kedelai, jamur Rhizopus oligosporus, serta tradisi fermentasi yang telah mengakar lama di masyarakat Indonesia,” ujar Yohpy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia juga menyoroti dimensi hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat yang tercermin melalui tempe. Menurutnya, meskipun teknik pembuatannya berasal dari tradisi Nusantara, sebagian besar kedelai yang digunakan di Indonesia saat ini merupakan hasil produksi petani Amerika.

Sinergi tersebut menjadikan tempe sebagai simbol persahabatan kedua negara, yang mempertemukan budaya melalui ketahanan pangan berkelanjutan.

Upaya pengenalan ini juga dilakukan untuk menghimpun dukungan internasional terhadap nominasi tempe di UNESCO, dengan harapan keputusan dapat diumumkan pada tahun ini. Pengakuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi tempe sebagai tradisi pangan sehat berbasis komunitas yang diakui secara global.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Presiden San Francisco Vegan Society (SFVS), Ravinder Sehgal, yang menilai teknik pengolahan tempe layak mendapatkan pengakuan di tingkat dunia.

Sebagai bagian dari diplomasi kuliner, KJRI San Francisco menggelar berbagai kegiatan promosi yang diikuti sekitar 140 peserta, mulai dari anggota SFVS hingga komunitas kuliner lokal.

Kegiatan tersebut mencakup pemaparan sejarah tempe, lokakarya pembuatan secara tradisional, hingga demonstrasi memasak menu vegan. Acara kemudian ditutup dengan jamuan makan siang yang menyajikan beragam hidangan berbahan dasar tempe serta kuliner nabati khas Nusantara lainnya.