Ekonomi Kreatif Jadi Andalan, Wamen Ekraf Tekankan Kolaborasi

0
66
Foto; Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa ekonomi kreatif akan menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Hal tersebut disampaikan dalam Business Insight Seminar bertajuk “The Creative Economy Imperative: Why Leaders Who Unlock Creativity Win” pada ILEAD Summit 2026 di Erajaya Corporate University, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Irene menjelaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki keunggulan karena tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas, melainkan pada ide, kreativitas, dan inovasi yang berkelanjutan serta didukung teknologi.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan ekosistem distribusi dan ritel teknologi seperti Erajaya. Ia menekankan pentingnya pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kerja sama, potensi ekonomi kreatif Indonesia dapat berkembang dan bersaing di pasar global,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kekuatan Indonesia yang memiliki keunikan budaya sebagai nilai jual utama (unique selling point) yang tidak dimiliki negara lain, sehingga berpeluang besar menembus pasar digital global.

Dalam kesempatan tersebut, Irene turut memaparkan capaian berbagai subsektor ekonomi kreatif, seperti animasi, gim, aplikasi digital, musik, fesyen berkelanjutan, hingga kekayaan intelektual (IP) lokal yang mulai dikenal di tingkat internasional.

Deputy Group CEO Erajaya, Hasan Aula, menyambut positif kehadiran Wamen Ekraf. Ia menilai ekonomi kreatif menjadi faktor penting dalam mendorong inovasi dan diferensiasi bisnis yang berkelanjutan.

“ILEAD Summit 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan, inovasi, dan kreativitas di seluruh lini perusahaan. Kami juga melihat peluang besar untuk berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf dalam memperkuat industri kreatif nasional,” ujar Hasan.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan Erajaya serta sejumlah tokoh dari sektor perbankan dan industri, yang bersama-sama mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan transformasi digital di Indonesia.