Menparekraf: Esports Jadi Peluang Besar Ekonomi Kreatif Indonesia

0
52
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Riot Games guna memperkuat ekosistem esports nasional. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa esports kini berkembang pesat dan melibatkan berbagai sektor yang membutuhkan kolaborasi lintas industri.

Dalam audiensi yang berlangsung di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (14/5/2026), Menteri Ekraf menyampaikan bahwa gim tidak lagi sekadar hiburan, melainkan telah menjadi platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi.

Menurutnya, Indonesia memiliki ekosistem gim yang besar dan dinamis, dengan generasi muda yang aktif tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, talenta esports, penyelenggara acara, musisi, hingga pengembang gim.

Pembahasan kerja sama mencakup pengembangan talenta digital, peluang penyelenggaraan event esports skala regional dan internasional, serta penguatan sistem turnamen berjenjang dari daerah hingga nasional. Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing tim esports Indonesia di tingkat global.

Kementerian Ekraf turut membuka peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal, termasuk dalam aspek pendanaan, layanan outsourcing, hingga penerbitan gim. Keterlibatan kreator lokal juga didorong dalam berbagai aktivasi Riot Games, mencakup subsektor musik, ilustrasi, seni visual, fesyen, hingga pengembangan kekayaan intelektual (IP).

Menteri Ekraf menilai esports memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Oleh karena itu, peluang ini perlu dimanfaatkan secara serius dan terarah.

Kedua pihak juga membahas potensi kolaborasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar di Jakarta, termasuk keterlibatan subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.

Dari pihak Riot Games, Head of VALORANT Esports Product, Jake Sin, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di kawasan Asia Pasifik. Ia menilai antusiasme komunitas dan prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi di level global.

Riot Games juga memaparkan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di Asia Pasifik, termasuk pembukaan jalur kompetisi profesional independen di Indonesia mulai 2027 serta peluang penyelenggaraan turnamen APAC di Indonesia pada 2028.

Audiensi ditutup dengan rencana pembentukan tim kerja bersama untuk menindaklanjuti peluang kolaborasi jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengembangan esports dan industri kreatif digital di Indonesia.