Ekraf dan UMKM Jadi Motor Ekonomi, Pemerintah Salurkan KUR ke 1.000 Pelaku Usaha

0
44
Foto: Kemenefraf

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah resmi melaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor ekonomi kreatif dalam rangkaian kegiatan UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali. Program ini menjadi langkah konkret untuk mengoptimalkan pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong peningkatan rasio kewirausahaan nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya di Bali, agar dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya riset sebagai pendorong percepatan pengembangan ekonomi kreatif. Ia berharap ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM di Bali dapat terus diperluas dan direplikasi di berbagai wilayah.

Kegiatan ini juga menghadirkan ruang kolaborasi bagi inkubator usaha berbasis teknologi dan komoditas, guna membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan adaptif. Pemerintah menargetkan UMKM ekonomi kreatif di Bali mampu bangkit dan naik kelas.

Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi rakyat, serta menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam acara tersebut, sekitar 1.000 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dari berbagai subsektor—terutama kuliner, fesyen, dan kriya—menandatangani akad KUR. Total 13 dari 21 subsektor ekonomi kreatif turut terlibat.

Program ini merupakan implementasi kerja sama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian UMKM dalam mendorong percepatan kewirausahaan serta penciptaan lapangan kerja berkualitas. Bali sendiri menjadi salah satu dari 15 wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Sebanyak 239 pelaku ekonomi kreatif menerima akses KUR dengan total pembiayaan mencapai Rp37,99 miliar, yang terbagi dalam kategori KUR super mikro, mikro, dan kecil.

Secara nasional, penyaluran KUR hingga 11 Mei 2026 telah mencapai Rp102,8 triliun kepada 1,6 juta debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, 8,9% atau sekitar Rp8,9 triliun disalurkan ke sektor ekonomi kreatif.

Sementara di Bali, penyaluran KUR sepanjang 2026 mencapai Rp4,1 triliun kepada 49,8 ribu debitur, dengan sektor ekonomi kreatif menyerap Rp597 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman meluncurkan aplikasi Sapa UMKM sebagai sistem layanan terpadu satu pintu untuk mempermudah akses layanan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Dirjen Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana.