Ekraf dan ALUMNAS Jajaki Kolaborasi Perkuat Industri Kreatif

0
58
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional, mulai dari penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, hingga pengembangan intellectual property (IP). Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (ALUMNAS) di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Teuku Riefky menjelaskan bahwa Kementerian Ekraf saat ini fokus mendorong pelaku usaha kreatif agar dapat berkembang dari tahap rintisan hingga mandiri. Upaya ini dilakukan melalui kurasi, penguatan IP, akses pembiayaan dan scale up, serta perluasan jejaring dan promosi.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas subsektor dalam ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, subsektor seperti film, desain, penerbitan, animasi, hingga merchandise dapat saling terhubung untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

“Banyak anak muda Indonesia telah menghasilkan IP kreatif. Tantangannya adalah bagaimana karya tersebut bisa dimonetisasi dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Umum ALUMNAS, Jimmy Gani, menyampaikan bahwa organisasinya siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui jejaring global yang dimiliki anggotanya. ALUMNAS menaungi berbagai profesi, mulai dari akademisi, pengusaha, hingga profesional yang memiliki komitmen untuk mendukung kemajuan bangsa.

Ia menambahkan, ALUMNAS dapat berperan melalui program mentoring, forum bisnis, pengembangan talenta muda, serta pendampingan pelaku usaha. Salah satu tantangan utama UMKM, menurutnya, adalah menjaga kualitas produk saat kapasitas produksi meningkat, sehingga dibutuhkan dukungan kurasi, pendampingan, dan akses pembiayaan yang terintegrasi.

Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Kementerian Ekraf dan ALUMNAS dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi global, termasuk pengembangan IP lokal, akselerasi pelaku usaha, serta sinergi lintas subsektor untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.