Gangguan Palapa Ring Tengah, BAKTI Pastikan Konektivitas Tetap Terjaga

0
37
Ilustrasi: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Nasional_ Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempercepat perbaikan kerusakan pada sebagian kabel serat optik bawah laut jaringan Palapa Ring Tengah di segmen Melonguane–Morotai. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan konektivitas di wilayah kepulauan utara Sulawesi.

Upaya perbaikan tersebut bersifat preventif guna menghindari gangguan yang lebih luas terhadap layanan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menyampaikan bahwa seluruh tim terus bekerja mempercepat pemulihan infrastruktur, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat di Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Tim di lapangan terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi konektivitas yang merata dan berkualitas,” ujarnya di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan teknis, gangguan pada kabel laut diduga dipicu aktivitas tektonik pascagempa berkekuatan magnitudo 5,7 yang terjadi pada 26 Mei 2026, beserta gempa susulannya di segmen Melonguane–Morotai. Kerusakan terdeteksi pada kedalaman sekitar 3.400 meter, atau sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai.

Kondisi tersebut membuat proses perbaikan memerlukan kapal khusus yang mampu melakukan pemasangan dan penyambungan kabel di laut dalam.

Selama masa pemulihan, BAKTI mengoptimalkan 286 titik akses internet di wilayah terdampak dengan memanfaatkan satelit SATRIA-1. Titik tersebut tersebar di 106 lokasi di Kepulauan Sangihe, 132 lokasi di Kepulauan Talaud, dan 48 lokasi di Kepulauan Sitaro.

Optimalisasi dilakukan dengan peningkatan kapasitas bandwidth menjadi 50 Mbps hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan tiap lokasi. Tim teknis juga terus memantau kualitas layanan agar aktivitas digital masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Layanan internet ini sebelumnya telah tersedia di berbagai fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan.

BAKTI juga terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, operator telekomunikasi, serta pemangku kepentingan lainnya agar proses perbaikan berjalan sesuai rencana.

Sesuai jadwal terbaru, kapal perbaikan akan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan selesai. Proses teknis diperkirakan memerlukan masa kritis pemutusan layanan selama sekitar 12 hari.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, jaringan Palapa Ring Tengah ditargetkan kembali normal pada 11 Agustus 2026.

BAKTI Komdigi menegaskan akan terus memberikan pembaruan informasi melalui kanal resmi serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan operator seluler untuk menjaga kelancaran layanan telekomunikasi bagi masyarakat.