Kemenperin Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Dorong Peran IKM dalam Rantai Pasok Nasional

0
77
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan ekosistem industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional sebagai bagian dari strategi transformasi industri menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan antara lain dengan mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan sumber daya alam, besarnya pasar domestik, serta komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

“Melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, pemerintah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5).

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat struktur industri KBLBB agar memiliki daya saing global sekaligus memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional. Dalam hal ini, pengembangan ekosistem tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga mendorong partisipasi aktif IKM.

“Partisipasi IKM penting untuk mendorong transfer pengetahuan, teknologi, serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas dalam penyelenggaraan kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah, asosiasi, serta industri komponen nasional, dengan tujuan membuka peluang kemitraan strategis antara IKM dan industri besar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus memberikan pemahaman mengenai kebutuhan industri kendaraan listrik, termasuk dalam pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong terbentuknya kemitraan strategis antara IKM dan industri besar, sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan komponen kendaraan listrik,” ujarnya.

Reni menambahkan, perkembangan industri kendaraan listrik nasional menunjukkan tren yang positif. Data Gaikindo mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) pada triwulan I-2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, populasi bus listrik hingga April 2026 mencapai 798 unit, sementara kendaraan listrik roda dua telah mencapai 236.451 unit pada Februari 2026, atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik di Indonesia.

“Pertumbuhan ini menjadi peluang besar bagi IKM untuk masuk dalam rantai pasok industri kendaraan listrik,” jelasnya.

Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh pengembangan infrastruktur pengisian daya. Berdasarkan data PT PLN, hingga April 2026 telah tersedia 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 lokasi di Indonesia, dan ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada 2030 guna mendukung proyeksi 943.764 unit KBLBB.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, menambahkan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber dari pemerintah dan industri guna memberikan pemahaman terkait peluang pasar, standar teknologi, kualitas, serta keberlanjutan industri kendaraan listrik.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan IKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing, baik di pasar domestik maupun global,” tutup Dini.