Rentang Terbatas, IHSG Senin Siang Menguat Tipis ke Level 5.931

0
48

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (13/7), terpantau menguat terbatas 6,475 poin (0,11%) ke level 5.930,835 setelah dibuka naik ke level 5.934.719.

IHSG bergerak di dua zona dalam rentang konsolidasi seminggu terakhir, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi geopolitik Timur Tengah dan status Selat Hormuz yang rawan, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan ditutup serempak dalam gain dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,09% atau 14 poin ke level Rp 18.064, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya, bergerak naik di antara antisipasi investor bertambahnya inflasi AS oleh kenaikan lagi harga minyak mentah dunia dan peluang hawkish the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.050, serta terpantau terkoreksi lagi ke sekitar sebulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 10,359 poin (0,17%) ke level 5.934.719. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,030 poin (0,01%) ke level 589,280. Siang ini menguat 6,475 poin (0,11%) ke level 5.930,835. Sementara LQ45 terlihat turun 0,07% atau 0,400 poin ke level 588,850.

Tercatat saat ini sebanyak 266 saham naik, 326 saham turun dan 197 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 2,15%, dan Hang Seng yang naik 0,20%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam rentang konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah memanasnya lagi tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street akhir pekan yang ditutup serempak gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih pada area konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group