Kementan Percepat Oplah dan Tanam Serentak, Kejar Swasembada Pangan Nasional

0
109
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Sukabumi) Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui program Optimasi Lahan (Oplah) yang menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat swasembada pangan. Program ini diwujudkan melalui percepatan tanam di lebih dari 50.000 hektare lahan Oplah dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersebar di 25 provinsi.

Langkah tersebut bertujuan mengoptimalkan kembali lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif agar mampu menopang produksi pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim global.

Gerakan Tanam Serentak nasional yang digelar untuk keenam kalinya oleh Kementan dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/5/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam sekaligus penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan gerakan tanam serentak menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian yang ada.

Menurutnya, pemanfaatan lahan oplah yang diperkuat melalui kemitraan CSR mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan secara merata di seluruh wilayah, termasuk Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Gerakan ini bukan sekadar menanam, tetapi memastikan fondasi ketahanan pangan Indonesia tetap kuat dan berkelanjutan. Seluruh potensi lahan harus dimanfaatkan agar produksi terus meningkat,” ujar Arsanti.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian daerah. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono Suwardianto, menilai bantuan infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan) memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas petani.

Sementara itu, Direktur Serealia Tanaman Pangan, Gunawan, menegaskan Gerakan Tanam Serentak harus menjadi pemicu konsistensi seluruh penanggung jawab (PJ) di tingkat provinsi dalam mencapai target swasembada pangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian di bawah koordinasi BPPSDMP untuk terus mengawal pelaksanaan tanam di lapangan serta memastikan pelaporan data Luas Tambah Tanam (LTT) berjalan disiplin.

“Gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Harus dikawal berkelanjutan agar target tercapai. Peran penyuluh sangat krusial dalam memastikan realisasi tanam dan pelaporan LTT tetap optimal,” kata Gunawan.