Kemenhut Perkuat Tata Kelola Wisata dengan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional

0
130
Foto: Kemenhut

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI resmi meluncurkan aplikasi e-ticketing terpadu “Ayo Ke Taman Nasional” (AKTN) sebagai langkah strategis dalam mendigitalisasi layanan publik di sektor konservasi. Inisiatif ini juga bertujuan mengendalikan risiko kelebihan kapasitas pengunjung (overtourism) serta memperbaiki tata kelola wisata alam di Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, platform ini dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk mengintegrasikan sistem pemesanan tiket di seluruh Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) yang sebelumnya masih tersebar dan sebagian manual.

“Aplikasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam membeli tiket sekaligus memperoleh informasi secara cepat dan sederhana,” ujar Raja Juli Antoni saat membuka Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (4/6/2026).

AKTN tidak hanya menyediakan layanan pembayaran nontunai melalui QRIS dan transfer bank, tetapi juga dilengkapi fitur pemantauan jumlah pengunjung secara real time. Fitur ini memungkinkan pengelola kawasan mengontrol daya dukung lingkungan, sehingga keseimbangan antara kenyamanan wisatawan dan kelestarian ekosistem tetap terjaga.

Dari sisi tata kelola keuangan, sistem digital ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, karena seluruh transaksi tercatat otomatis sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang langsung disetorkan ke kas negara.

Untuk mengakses layanan ini, masyarakat dapat mengunduh aplikasi AKTN melalui Google Play Store bagi pengguna Android, mengakses portal resmi bagi pengguna iOS, atau melakukan pembelian di lokasi melalui kios tiket digital (e-kiosk) yang tersedia di pintu masuk kawasan.

Sebelum peluncuran resmi, sistem AKTN telah melalui uji coba di sejumlah destinasi, antara lain TN Gunung Merbabu, TN Gunung Merapi, TN Baluran, TN Alas Purwo, TN Gunung Halimun Salak, TWA Kawah Ijen, TWA Telogo Warno, TWA Grojogan Sewu, TN Kerinci Seblat, TN Betung Kerihun Danau Sentarum, TN Bunaken, TN Wakatobi, dan TN Kelimutu.

Melihat hasil uji coba yang positif, Kemenhut menargetkan implementasi penuh sistem e-ticketing ini di seluruh kawasan konservasi Indonesia pada akhir 2026.

Ke depan, pengembangan AKTN akan mencakup perluasan akses ke App Store, penguatan sistem keamanan data, serta penambahan fitur seperti pemandu wisata lokal, reschedule, refund, hingga konsep gamification bagi para pengunjung.