Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Penguatan Sektor Kesehatan dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
59
Sensus ekonomi
DOK: BPS

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan berbasis data yang lebih akurat dan terarah. Melalui sensus ini, pemerintah berharap dapat memperkuat sektor kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa sektor kesehatan memiliki kontribusi dan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, selama ini data yang tersedia dinilai belum cukup rinci untuk menggambarkan kondisi sektor tersebut secara menyeluruh.

Menurut Budi, sektor kesehatan terdiri atas tiga pilar utama, yaitu layanan kesehatan, industri farmasi, dan industri alat kesehatan. Ketiga pilar tersebut membutuhkan pemetaan yang lebih detail agar pemerintah dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak optimal.

“Dengan data yang lebih rinci, pemerintah bisa merancang kebijakan yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor kesehatan,” ujar Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Selain memperkuat basis data, Budi juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam pembangunan kesehatan nasional. Salah satu upaya yang terus didorong pemerintah adalah program cek kesehatan gratis yang bertujuan mendeteksi risiko penyakit sejak dini dan menjaga masyarakat tetap sehat.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perdagangan, jasa, hingga industri. Pelaksanaan sensus secara door-to-door akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

BPS mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus serta memberikan data yang lengkap dan akurat. Menurut Amalia, kualitas data yang dihimpun akan sangat menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan di masa mendatang.

Lebih lanjut, Amalia mengungkapkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan health satellite account, yaitu sistem yang mampu memetakan sektor kesehatan secara komprehensif, mulai dari layanan kesehatan, industri farmasi, alat kesehatan, hingga rantai perdagangan yang terkait.

“Data ini akan menjadi dasar penting untuk melihat struktur ekonomi kesehatan secara utuh,” jelasnya.

Dengan tersedianya data yang lebih lengkap dan akurat, pemerintah optimistis dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.