
(Vibizmedia – Industry) Menteri Perdagangan Budi Santoso dorong pelaku usaha waralaba lokal untuk terus berinovasi. Tujuannya meningkatkan daya saing dan memperluas peluang bisnis. Menurut Mendag, inovasi menjadi strategi penting dalam menghadapi perubahan tren konsumen sekaligus memperkuat pertumbuhan kewirausahaan nasional.
Mendag Busan menyampaikan hal ini saat meresmikan Pak Gembus Spot (+) di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6).
“Kami melihat inovasi waralaba, khususnya di sektor kuliner, sebagai langkah strategis untuk menjawab perubahan preferensi konsumen. Kemendag akan terus mendorong merek-merek waralaba lokal agar terus berkembang dan memperluas bisnisnya,” ujar Mendag Busan.
Ayam Gepuk Pak Gembus menjadi salah satu contoh waralaba lokal yang konsisten melakukan inovasi. Melalui konsep Pak Gembus Spot (+), perusahaan menghadirkan gerai dengan desain modern, pelayanan cepat, serta menu yang menyesuaikan gaya hidup masyarakat perkotaan. Inovasi ini melanjutkan pengembangan sebelumnya melalui konsep eksklusif Pak Gembus Signature pada 2025.
Saat ini, Ayam Gepuk Pak Gembus berkembang menjadi salah satu waralaba kuliner Indonesia dengan jaringan luas. Tercatat sebanyak 460 gerai beroperasi di dalam negeri dan 102 gerai berada di Malaysia dengan tetap menggunakan bumbu dari Indonesia.
Di Malaysia, merek tersebut juga mencatatkan prestasi melalui lima kategori dalam Malaysia Book of Records, termasuk sebagai merek “Ayam Gepuk” halal pertama dan jaringan food chain “Ayam Gepuk” terbesar di negara tersebut.
Kemendag terus memperkuat sektor waralaba melalui berbagai program pendampingan, salah satunya Program Pendampingan Waralaba Nasional (PWN) periode 2021—2025. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan sistem, manajemen, dan operasional bisnis. Ayam Gepuk Pak Gembus merupakan salah satu alumni program tersebut dan berhasil memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) pada 2021.
Menurut Mendag, pengembangan waralaba menjadi salah satu cara efektif untuk menciptakan wirausaha baru. Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia masih sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja, sehingga perlu terus ditingkatkan menuju target negara maju.
“Waralaba memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memulai usaha dengan sistem yang sudah teruji, risiko yang lebih terukur, dan peluang keberhasilan yang lebih besar,” katanya.
Kemendag juga berkomitmen membantu pelaku waralaba lokal menembus pasar global melalui fasilitasi promosi, diplomasi dagang, dan akses informasi pasar internasional.
Pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus, Rido Nurul Adityawan, mengapresiasi dukungan pemerintah dan berharap sinergi tersebut terus berlanjut agar waralaba lokal semakin berkembang.
“Waralaba bukan hanya bisnis, tetapi juga cara menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi bangsa,” ujar Rido.








