Perluas Program Magang Nasional 2026, 150 Ribu Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja

0
38
Program Magang Nasional
Peluncuran Program Magang Nasional (PMN) tahun 2026 pada Senin, 29 Juni 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) Tahun 2026 sebagai upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja muda dan menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Program yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya dengan cakupan peserta yang semakin luas.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, salah satu tantangan besar yang masih dihadapi pemerintah adalah bagaimana memastikan lulusan perguruan tinggi dapat segera memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Salah satu PR pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa, khususnya S1 yang lulus kuliah, bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji,” ujar Teddy dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Menurut Teddy, sejak tahun 2025 Presiden Prabowo melalui Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama jajarannya menggagas Program Magang Nasional sebagai solusi untuk mempertemukan lulusan baru dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui program tersebut, para peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan di perusahaan mitra, baik dari kalangan BUMN maupun swasta. Selama mengikuti program, peserta akan menerima penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah tempat magang.

Selain memperoleh penghasilan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor dan pekerja senior di perusahaan untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja.

“Tahun ini tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi lain dan saudara-saudara kita dari kalangan difabel,” kata Teddy.

Pada tahun pertama pelaksanaannya, Program Magang Nasional berhasil melibatkan 100 ribu peserta yang ditempatkan di berbagai perusahaan di Indonesia. Tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 150 ribu orang yang akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan BUMN dan swasta.

Teddy mengungkapkan, hasil evaluasi pelaksanaan PMN tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari 100 ribu peserta, sekitar 30 persen atau sebanyak 30 ribu orang langsung direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara 30 persen lainnya masih berada dalam proses rekrutmen dan menunggu panggilan kerja dalam dua hingga tiga bulan.

“Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan,” tegasnya.

Dengan peningkatan jumlah peserta dan perusahaan mitra, Program Magang Nasional 2026 diharapkan menjadi instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing tenaga kerja muda, serta menyiapkan generasi Indonesia yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.