(Vibizmedia – Medan) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Target ini ditempuh melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses hingga ke wilayah pinggiran.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pemerataan konektivitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
“Kita menargetkan kecepatan internet rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan, dengan jangkauan yang merata dan harga yang semakin terjangkau,” ujar Nezar saat berdialog di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas konektivitas merupakan bagian dari strategi Kemkomdigi dalam mewujudkan visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”. Infrastruktur digital yang kuat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan produktivitas, serta akses layanan publik berbasis digital.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong operator meningkatkan investasi jaringan, termasuk pembangunan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, serta pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani optimal.
Nezar menegaskan bahwa pemerataan akses internet masih menjadi tantangan besar. Meski pembangunan terus berjalan, wilayah tanpa sinyal atau blank spot masih ditemukan, bahkan di beberapa daerah di Pulau Jawa.
“Kita harus menutup kesenjangan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah yang belum terjangkau jaringan,” tegasnya.
Pemerintah kini mengembangkan pendekatan terpadu dalam membangun konektivitas nasional melalui kombinasi jaringan serat optik, broadband tetap, dan satelit, sekaligus mempertahankan pembangunan di wilayah tertinggal.
Ia juga menyoroti meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas, termasuk dalam situasi darurat. Pengalaman saat bencana menunjukkan pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah bantuan logistik.
“Konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Kemkomdigi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.









