KONI Luncurkan Sports Intelligence, Perkuat Pembinaan Olahraga Berbasis Data

0
44
Foto: KONI Pusat

(Vibizmedia – Surabaya) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat meluncurkan buku Sports Intelligence sebagai upaya memperkuat ekosistem olahraga prestasi berbasis data dan informasi strategis. Peluncuran tersebut dibahas dalam kegiatan yang digelar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Selasa (7/7/2026).

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menjelaskan bahwa konsep Sports Intelligence lahir dari kebutuhan olahraga modern yang tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan fisik, tetapi juga pada pemanfaatan data, informasi, dan teknologi.

“Olahraga saat ini telah menjadi arena persaingan berbasis data dan teknologi. Sports Intelligence berperan sebagai pusat analisis strategis yang menghubungkan ilmu olahraga dengan inovasi seperti kecerdasan artifisial dan big data,” ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan tersebut mulai dikembangkan sejak 2019 untuk menjawab kebutuhan pembinaan olahraga yang berbasis informasi akurat dalam pengambilan keputusan.

Marciano juga menilai media memiliki peran penting dalam ekosistem ini karena kemampuannya menghimpun dan menyebarkan informasi yang relevan bagi pembinaan olahraga nasional.

Buku Sports Intelligence yang diterbitkan KONI Pusat ditulis oleh Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik. Buku ini membahas konsep intelijen olahraga, pengelolaan data, strategi pembinaan, hingga penguatan ekosistem olahraga nasional.

Eman Sungkowo menjelaskan bahwa intelijen olahraga memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan, serta pola permainan lawan melalui pemanfaatan informasi strategis. Sementara itu, Syarif Hidayat menekankan pentingnya ketersediaan data yang relevan serta implementasi bertahap agar konsep ini berjalan efektif.

Jerry Indrawan menambahkan bahwa pembangunan sistem data olahraga yang terintegrasi menjadi kunci utama. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, KONI, induk cabang olahraga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi harus diperkuat agar pembinaan berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, KONI Pusat dan UNESA juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk mendukung pengembangan olahraga berbasis ilmu pengetahuan.

Perwakilan UNESA menyebut buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan insan olahraga, mengingat olahraga modern menuntut pendekatan berbasis riset dan data.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Sports Intelligence Indonesia yang diikuti para peserta. Melalui inisiatif ini, KONI Pusat berharap pembinaan olahraga nasional semakin berbasis data dan mampu mendorong peningkatan prestasi Indonesia di tingkat internasional.