RI dan Selangor Perluas Kerja Sama, Dari Perdagangan hingga Semikonduktor

0
35
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan apresiasi atas komitmen Malaysia dalam memperkuat hubungan persahabatan dan kemitraan ekonomi dengan Indonesia, khususnya melalui kerja sama dengan Negara Bagian Selangor. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin Bin Shari, di Jakarta, Rabu (8/7).

Roro menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya didasarkan pada kedekatan geografis, tetapi juga ikatan sejarah, budaya, dan hubungan antarwarga yang kuat. Dalam konteks ini, Selangor memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi terbesar di Malaysia sekaligus simpul penting perdagangan, investasi, dan logistik.

“Posisi Selangor yang strategis menjadikannya salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di Malaysia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keenam bagi Selangor dengan kontribusi sekitar 4,4 persen terhadap total perdagangan wilayah tersebut. Hubungan ini didukung oleh konektivitas logistik yang kuat melalui Pelabuhan Klang dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Menurut Roro, struktur ekonomi kedua pihak saling melengkapi. Indonesia berperan sebagai pemasok komoditas, sumber daya alam, produk pangan, dan barang konsumsi, sementara Selangor unggul dalam produk manufaktur bernilai tambah tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Roro turut mengapresiasi pemilihan Bandung sebagai tuan rumah Selangor International Business Summit (SIBS) @ASEAN 2026 pada 9–10 Juli 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Malaysia. Ia menilai ajang ini akan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bisnis dan investasi sekaligus mendorong penguatan rantai pasok regional.

Lebih lanjut, Roro menyoroti peluang kerja sama di sektor strategis, seperti industri semikonduktor, manufaktur maju, dan penerbangan. Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta semikonduktor, termasuk melalui Advanced Semiconductor Academy of Malaysia (ASEM), serta penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET).

Sementara itu, Menteri Besar Selangor, Amirudin Bin Shari, menyatakan bahwa Selangor memiliki potensi besar untuk memperluas kolaborasi dengan Indonesia, terutama di bidang ketahanan pangan, energi, pengembangan talenta, dan ekspansi bisnis.

Ia menekankan bahwa penguatan kerja sama diharapkan dapat menciptakan sinergi strategis sekaligus membuka peluang investasi baru yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Menutup pernyataannya, Roro menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat kerja sama dengan Malaysia dan Selangor dalam membangun ekonomi kawasan yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.

“Kami yakin kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan membuka peluang baru yang mendukung kesejahteraan bersama serta pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” pungkasnya.