Compute Cluster Nasional Disiapkan, Fondasi Pengembangan AI Diperkuat

0
29
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pembangunan compute cluster nasional sebagai fondasi utama pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Infrastruktur komputasi berskala besar ini dinilai krusial untuk memperkuat riset, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di industri AI global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur AI harus menjadi prioritas agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai pencipta teknologi.

“Ada dua strategi penting, yaitu memperkuat infrastruktur AI dan memperbesar kapasitas compute cluster, serta menyiapkan talenta digital yang mampu bersaing secara global,” ujar Nezar di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan compute cluster semakin mendesak karena pengembangan AI modern sangat bergantung pada kapasitas komputasi tinggi. Infrastruktur ini akan menjadi dasar bagi pengembangan model AI, riset, hingga lahirnya berbagai solusi inovatif dari dalam negeri.

Menurut Nezar, penguatan kapasitas komputasi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem AI nasional yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, BUMN, komunitas, serta para inovator.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi juga harus menjadi pemain yang ikut menentukan arah perkembangan teknologi AI,” tegasnya.

Pengembangan AI sendiri menjadi salah satu prioritas dalam Visi Indonesia Digital 2045, yang menekankan pentingnya teknologi yang inklusif, memberdayakan ekosistem nasional, dan memperkuat kedaulatan digital.

Nezar menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri AI, mulai dari ketersediaan mineral kritis, sumber energi pendukung infrastruktur digital, hingga bonus demografi sebagai sumber talenta masa depan.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun ekosistem AI yang inklusif, berdaya saing, dan berdaulat, sehingga Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam perkembangan teknologi global.