Lima Dekade Satelit Palapa Indonesia, BRIN Dorong Kedaulatan Antariksa dan Digital

0
32
Lima Dekade Satelit Indonesia (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Nasional) Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam memperkuat kedaulatan digital dan penguasaan teknologi antariksa. Selama lima dekade, satelit telah berperan penting sebagai infrastruktur strategis yang mendukung komunikasi, pembangunan, hingga transformasi ekonomi nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan Indonesia mencatat sejarah sebagai negara ketiga di dunia yang mengoperasikan sistem komunikasi satelit domestik melalui peluncuran Satelit Palapa pada 1976. Hal itu disampaikannya dalam peringatan bertema Kedaulatan Digital dari Ruang Angkasa di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8 Juli 2026).

Menurut Arif, peluncuran Satelit Palapa bukan sekadar pencapaian teknologi, tetapi simbol tekad bangsa dalam mempersatukan Nusantara melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kehadiran satelit telah menghubungkan ribuan pulau sekaligus memperluas akses telekomunikasi, penyiaran, pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, hingga transaksi ekonomi digital.

Ia menambahkan, peran satelit kini semakin luas. Selain mendukung komunikasi, satelit penginderaan jauh menyediakan data penting untuk pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, tata ruang, pemantauan hutan dan kelautan, mitigasi bencana, adaptasi perubahan iklim, serta pengawasan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Arif juga menegaskan bahwa satelit menjadi tulang punggung ekonomi digital. Berbagai aktivitas modern, seperti layanan perbankan, e-commerce, logistik, navigasi, dan pelayanan publik berbasis teknologi, sangat bergantung pada infrastruktur satelit. Data yang dihasilkan satelit juga memperkuat implementasi Satu Data Indonesia, mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dalam kesempatan tersebut, BRIN bersama para pemangku kepentingan meluncurkan Perangko 50 Tahun Satelit Indonesia sebagai penanda perjalanan panjang satelit nasional dalam mendukung pembangunan dan kedaulatan bangsa.

Setiap 9 Juli, Indonesia memperingati peluncuran Satelit Palapa A1 yang menjadi tonggak sejarah komunikasi nasional. Satelit tersebut diluncurkan pada 9 Juli 1976 WIB dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Delta 2914 milik NASA, setelah Pemerintah Indonesia menunjuk Boeing untuk membangun dua satelit Palapa.

Nama Palapa, yang diberikan Presiden Soeharto, diambil dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada sebagai simbol persatuan Nusantara. Keberhasilan Palapa A1 memenuhi kebutuhan komunikasi nasional melalui 40 stasiun bumi dan menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pelopor pemanfaatan teknologi satelit untuk pemerataan pembangunan dan integrasi nasional.