Pemerintah Dorong Pendalaman Pasar Modal di Tengah Tren IPO Positif

0
59
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang terus berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi indikator positif terjaganya kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional. Pemerintah pun terus mendorong pendalaman pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang guna memperkuat dunia usaha sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas pencatatan saham perdana PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalam acara pembukaan perdagangan di BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Ia juga menandai momentum tersebut sebagai IPO pertama sejak kepemimpinan baru Direksi BEI.

IPO ini menjadi istimewa karena merupakan yang kedua pada tahun 2026 di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi. Meski demikian, keberlanjutan aktivitas IPO mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional yang tetap solid. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen, menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global.

Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi domestik yang stabil, peningkatan investasi, serta reformasi berkelanjutan yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat iklim usaha. Salah satu sektor yang berperan besar adalah industri makanan dan minuman, yang pada triwulan I 2026 berkontribusi sebesar 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tumbuh 7,04 persen, didorong oleh meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, sektor ini juga mencatatkan kinerja positif dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,48 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp16,34 triliun pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap sektor riil serta terjaganya daya beli masyarakat dan iklim investasi nasional.

Pemerintah juga terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal guna meningkatkan kepercayaan investor dan daya saing pasar keuangan. Keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026 menjadi bukti kuatnya fundamental ekonomi nasional dan meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di tingkat global.

Keberlanjutan IPO diharapkan semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Dana yang dihimpun dari publik memungkinkan perusahaan mempercepat ekspansi, meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Ke depan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan terus memperkuat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor. Langkah ini diharapkan mampu memperdalam pasar modal, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Airlangga menyampaikan bahwa masih terdapat enam emiten lain yang akan segera mencatatkan saham perdananya di BEI.