LANURI Hadirkan Layanan JKN Lebih Dekat bagi Masyarakat di Daerah Terpencil

0
76
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dalam peluncuran LANURI (Layanan di Ujung Negeri). (BPJS Kesehatan)

(Vibizmedia – Jakarta) BPJS Kesehatan meluncurkan program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) untuk memperluas akses pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke wilayah-wilayah dengan keterbatasan geografis.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan program ini merupakan komitmen agar seluruh peserta JKN tetap mendapatkan layanan, tanpa terkecuali. Hingga saat ini, sebanyak 11.160 peserta telah merasakan manfaat LANURI melalui 558 titik layanan yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan yang lebih dekat, fleksibel, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

LANURI dijalankan melalui dua skema layanan, yaitu BPJS Keliling dan Virtual Office Layanan Peserta (Viola). BPJS Keliling telah menjangkau 179 titik dengan 3.580 peserta, sementara Viola hadir di 379 titik dan dimanfaatkan oleh 7.580 peserta.

Layanan BPJS Keliling dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk fasilitas kesehatan TNI, Polri, desa wisata, serta wilayah kecamatan, desa, dan puskesmas. Sementara itu, layanan Viola juga menjangkau koperasi desa/kelurahan, desa wisata, serta berbagai wilayah administratif lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga melaporkan cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,6 persen atau hampir memenuhi target Universal Health Coverage (UHC). Namun, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 80,6 persen, sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mencapai target 83,5 persen pada 2029.

Selain LANURI, BPJS Kesehatan turut menjalankan sejumlah program percepatan (Quick Win) untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepesertaan JKN. Program tersebut disinergikan dengan berbagai kebijakan prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta layanan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Upaya perluasan layanan di daerah 3T terus dilakukan dengan menargetkan peningkatan jumlah titik layanan dari sekitar 500 lokasi pada 2025 menjadi 615 titik pada 2026. Selain itu, BPJS Kesehatan juga mendukung pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, termasuk melalui pembiayaan layanan Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga.

Kemudahan akses bagi peserta juga diperkuat melalui berbagai kanal layanan, seperti Care Center 165, Mobile JKN, dan PANDAWA, guna mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan administrasi dan layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa program Quick Win yang telah dijalankan merupakan langkah awal dari transformasi berkelanjutan dalam pelayanan JKN. Melalui LANURI dan penguatan berbagai kanal layanan, diharapkan manfaat JKN semakin merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.