Kontribusi Hilirisasi Meningkat Tajam, Dekati Sepertiga Investasi Nasional

0
51
Foto: BPMI Setpres

(Vibizmedia – Jakarta) Investasi di sektor hilirisasi terus menunjukkan tren meningkat dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total realisasi investasi nasional. Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026), usai bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan capaian investasi triwulan II dan semester I 2026.

Rosan menjelaskan, kontribusi investasi hilirisasi saat ini mencapai sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional, meningkat 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai kenaikan tersebut cukup signifikan, mengingat pada 2023 kontribusi hilirisasi masih berada di kisaran 24–25 persen, dan kini telah mendekati 30 persen pada 2026.

Menurutnya, tren ini menunjukkan semakin kuatnya peran hilirisasi sebagai motor penggerak investasi nasional. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penguatan investasi di sektor ini, baik melalui penanaman modal dalam negeri maupun asing, termasuk proyek strategis yang turut dikembangkan oleh BPI Danantara.

Rosan merinci, investasi hilirisasi saat ini masih didominasi sektor mineral dengan nilai sekitar Rp206,5 triliun. Sektor lainnya meliputi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun. Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan hilirisasi di berbagai sektor tersebut.

Dari sisi wilayah, investasi hilirisasi mayoritas terealisasi di luar Pulau Jawa, yakni sekitar 75,7 persen atau senilai Rp227,3 triliun. Sementara itu, berdasarkan sumbernya, investasi asing (PMA) mencapai Rp212,8 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp87,3 triliun.

Rosan menambahkan, sebaran investasi tersebut banyak terkonsentrasi di wilayah seperti Maluku Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat, yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri berbasis hilirisasi.